13 Museum Tidak Layak Dikunjungi
July 2, 2008 by fabius.ndruru
Filed under Berita, Budaya, Museum, Umum
* Museum Nias Termasuk yang Tertata Baik
Medan (WASPADA Online) Wed, 02 July 2008
13 Museum di Sumut dalam kondisi yang mengkhawatirkan dan tidak layak dikunjungi. “Dari hasil pendataan museum yang ada di Sumut, hanya tiga museum yang tertata dengan baik dan memiliki jumlah pengunjung yang tinggi yakni Museum Nias di Kabupaten Nias, Rahmat Galery dan Museum Negeri Provsu, dimana keduanya berada di Kota Medan,” kata Ketua Asosiasi Museum Indonesia (AMI) pengurus daerah Sumut Dr Philosophy Ichwan Azhari, MS saat deklarasi AMI Sumut di Gedung Museum Negeri Provinsi Sumut, Senin (30/6).
Deklarasi AMI Sumut yang dirangkaikan dengan seminar nasional “Menelusuri Kerajaan Aru: Kerajaan Besar dan penting yang Hilang di Sumatera Utara” dan pameran peninggalan Kerajaan Aru dihadiri pembicara Ichwan Azhari yang juga Kepala PUSSIS-Unimed bersama Dr E Edward McKinnon, arkeolog Inggris, Prof Dr Naniek Wibisono dari Pusat Arkeologi Nasional, Jakarta, T. Luckman Sinar, SH, sejarahwan dan budayawan Sumut. Kegiatan ini diselenggarakan oleh AMI pengurus daerah Sumut kerja sama dengan Museum Negeri Provinsi Sumut dan PUSSIS-Unimed di Gedung Museum Negeri Provinsi Sumut.
Menurut Ichwan, deklarasi AMI Sumut ini dibentuk sebagai wadah untuk melakukan gerakan penyelamatan museum yang ada di Sumut.
Katanya,kunjungan yang minim ke museum disebabkan apresiasi masyarakat terhadap museum masih rendah. Di sisi lain pihak pengelola museum tidak mampu memberikan daya tarik dan keunikan yang ada di museumnya. Terlebih-lebih barang koleksinya tidak pernah berganti dan tidak pernah pula melakukan pameran. Sehingga stigma masyarakat terhadap museum hanya sebagai tempat penyimpanan benda-benda rongsokan.
Untuk itu, lanjutnya, AMI Sumut dirancang sebagai wadah penyelamat museum-museum yang sudah kritis tersebut dengan tugas utamanya adalah memetakan kondisi museum-museum yang ada.
Deklarasi AMI
AMI Sumut dibentuk pada 17 Juni lalu dengan kepengurusan masa bakti 2008-2013. Secara aklamasi terpilih Dr Ichwan Azhari, MS selaku Ketua Umum, Sekretaris Dra Sri Hartini, Kepala Museum Negeri Provinsi Sumut, bendahara Nelly R SS dari Rahmat Internasional Museum dan Galery. Sebagai penasehat Dr Rahmad Syah (Ketua II Asosiasi Museum Indonesia), T. Lukman Sinar Basarshah-II SH, Dr Retno Sulistianingsih Sitowati MM (Kepala Museum Nasional) dan Lucas Pertanda Koestoro DEA (Kapala Balai Arkeologi Medan), jelas Erond L Damanik M.Si, Wakil Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) AMI Sumut.
Kata Erond, dibentuknya AMI Sumut ini untuk merealisasikan visi dan misi untuk memajukan permuseuman khususnya di Sumut melalui berbagai program kegiatan. Untuk itu diharapkan AMI Sumut harus mampu membangun kemitraan dengan pemerintah maupun lembaga-lembaga terkait di dalam dan luar negeri serta perorangan.
[wns]
Popularity: 21% [?]







Waduh bangga bgt nich coz Museum Pusaka Nias termasuk yang tertata baik di SUMUT……
Kiranya itu bisa ditingkatkan lagi supaya bisa go Nasional n Internasional dech…
Sukses slalu buat para staffnya n terlebih buat Pastor Yohannes…
Ya’ahowu!
Syukur lah kalo museum di nias termasuk yang bagus.
Tapi bukan berarti kita cuma bangga kan…
Kita harus meningkatkan lagi pelayanannya.
Minimal mempertahankan aja deh.
Semoga kedepannya museum nias yang terbaik di indonesia.
Apakah Museum Pusaka Nias juga menyimpan benda-benda senjata dari besi (pusaka) peninggalan? Kami sedang merencanakan menyusun peninggalan senjata dari besi tempa (tosanaji/tombak/keris dll) se nusantara. Siapa bisa dihubungi? Terima kasih.
Syalomm……….
Saya bangga dan sangat terharu sebagai putra Nias sebab Museum Pusaka Nias termasuk yang terbagus di SUMUT.
Tapi
Dilain sisi saya sedih melihat begitu banyak rumah adat tradisonal di Nias Selatan akan terancam punah termasuk 2 Rumah Adat Besar Tradisonal (OMO NIFILASARA) di 2 Desa yaitu Desa Onohondrö dan Desa Hilinawalö Fau (Maenamölö).
Saya sebagai putra dari desa tersebut minta masukan dan solusi agar rumah adat dimaksud tetap lestari karna saat ini kedua rumah adat besar itu hampir runtuh dan sangat mengharapkan perbaikan dini………
Saya sangat berharap kepada pimpinan Pusaka Nias agar menjadi perhatian khusus……….
Terimaksih
Tohuzisokhi Buulolo
Ya’ahowu,
Saya mohon informasi apakah ada tenun asli nias???
Bila ada dimana bisa dilihat atau didapat.
Karena melalui busana dengan motif tenun nias, budaya kita dapat lebih dikenal oleh orang lain.
Seperti misalnya tenun ikat dari NTT, tenunan ulos dari Batak, dll.
Maju terus Nias.
Saohagolo,
emang keren museum di nias….koleksinya tuh loh lengkap and autentik banget….keren….tetap di jaga tuh barang2 dari tangan2 jahil yach…….keep spirit….nias museum…
Museum Pusaka Nias…. Hmmm, Memang unik, disamping adanya benda benda yang tak ternilai seperti Batu Megalith, Peralatan berburu jaman dulu, Kursi Raja, pakaian dari kulit pohon, Miniatur Rumah Adat Nias juga terdapat kebun binatang mini dengan koleksi hewan2 & Pohon2 yang hidup dan tumbuh dipulau nias itu sendiri serta dilengkapi dengan tempat rekreasi laut….
Dilokasi Museum Pusaka Nias juga terdapat beberapa Rumah Adat Nias dari berbagai daerah dipulau Nias yang dapat disewa sesuai keinginan kita.
(Kebetulan saya sudah merasakan tinggal di Lokasi Museum Pusaka Nias dengan waktu yang cukup lama)
Saohagolo (terima kasih)kepada Managemen MPN terutama Pastor Yohanes Hammerle…