Pembangunan

October 10, 2007 by mpn  
Filed under Artikel, Museum

Pembangunan Nias “Bagaikan Jamur di Musim Hujan”

Bagi kebanyakan orang, hujan biasanya dipandang sebagai musim yang membawa sial ketimbang musim kemarau. Sepanas-panasnya terik, orang masih lebih menyukainya. Padahal hujan dapat menyuburkan tanaman. Setelah berlangsung musim hujan selama beberapa waktu, seperti akhir-akhir ini, biasanya jamur tumbuh dimana-mana.

Bahkan terkadang, pada batang pohon yang masih hidup, tapi kulitnya busuk karena terlalu lama kena air hujan. Ada jamur yang bisa dikonsumsi karena bergizi, banyak juga jamur yang bisa bawa penyakit. Demikianlah arus pembangunan di Nias setelah bencana alam gempa bumi. Di sana-sini dibangun berbagai prasarana dan sarana fisik agar kondisi Nias pulih dan menjadi lebih baik.

Kran kesempatan dan peluang sudah terbuka lebar dan terus datang. Di satu pihak tidak sedikit yang kaya mendadak, dan di pihak lain yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin merana. Pokoknya peluang itu selalu ada kendatipun hanya bisa direbut oleh orang-orang pintar.

Karenanya, semua orang menjadi oportunis. Jika tidak cerdik menggunakan kesempatan, maka akan ketinggalan dan hanya menonton orang lain yang menikmati kucuran uang dari arus pembangunan itu. Begitu banyaknya peluang, hingga orang menjadi seperti tikus masuk karung beras. Bingung, mau makan apa.

Pembangunan Nias yang bagaikan “menjamur dan bagaikan jamur di musim hujan itu” membuat semua orang sangat sibuk dan mabuk pembangunan layaknya mabuk jamur yang beracun. Masyarakat Nias pun menyambutnya dengan penuh syukur. Bahkan mulai ada yang menyukuri “kehadiran bencana alam gempa bumi.” Yang penting jadi! Asal ada “Asala so wö’i.” Tak peduli itu baik atau tidak baik. Pokoknya jalan aspal sudah bisa menghubungkan desa yang selama ini terisolir. Yang penting ada gedung sekolah, yang selama ini siswa hanya belajar di tenda. Yang penting ada perahu untuk melaut, tak perduli apakah perahu itu rentan pecah ketika ditepa ombak karena bahan kayunya yang tak berkualitas. Yang penting …….ada!

Karena semua komponen masyarakat dan orang di Nias lagi sedang mabuk pembangunan, kita sangat lemah dalam mengawasi pelaksanaan pembangunan itu sendiri, baik mengenai kualitasnya maupun dampak, pemeliharaan dan kesinambungannya di kemudian hari. Memang ada sedikit yang mecoba bersuara.

Tapi kemudian hilang begitu saja karena tidak ada dukungan dari pihak lain. Kalau dulu, pembangunan satu unit gedung yang tak beres oleh rekanan, muaranya bisa ribut di belasan koran dan media massa lainya shingga ditangani aparat penegak hukum. Sekarang, begitu banyak yang harus dipantau, tapi tak ada yang menyoroti. Ini bukan tanda keramahan dan sambutan hangat kita pada pembangunan yang sedang mengalir deras, tapi ini bukti bahwa kita lengah dalam pengawasan pembangunan kita itu sendiri, padahal kita merupakan bagian dari pembangunan itu.

Misalnya siapakah yang perduli terhadap pembangunan tanggul pengaman pantai di Nias? Yang terdekar di muara kali Nou? Cukup baikkah konstruksi bangunan itu? Bandingkanlah dam pengaman pantai yang dibangun sekitar pantai Museum Pusaka Nias. Sudah 15 tahun, tak ada tanda-tanda kerusakan. Apakah semua pembangunan yang sedang dilaksanakan sekarang sudah memenuhi kebutuhan masyarakat dan jauh dari kelemahan atau kesalahan?

Kita memaklumi, bahwa sorotan yang terlalu banyak terhadap pembangunan sangat tidak baik. Mungkin karena itu, kita takut untuk menyuarakan dan mengawasi apa yang terjadi di di dunia kita. Kita takut, jika peluang itu lari dan pindah ke tempa lain. Maka kita cenderung menerima saja. Memang tak ada yang sempurna di dunia ini. Kewajiban kita adalah turut berpartisipasi mengawasi dan memonitor pembangunan yang sedang hadir untuk kita.

Kalau tidak, Nias hanya akan menjadi lahanuntuk mencari proyek memperkaya yang kaya bagi mereka yang mampu menaklukan kesempatan. Bekas-bekas pembangunan akan tersisa. Dan sisa sisa itu jangan sampai menjadi bangkai yang tak ada gunanya setelah periode BRR selesai di pulau Nias pada tahun 2009. Sumber: Buletin Media Warisan, Edisi 59, Juli 2007, Halaman 1.

Penulis: Nata’alui Duha

Popularity: 9% [?]

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word