Buku Tamu

July 21, 2006 by mpn  
Filed under Museum

titel.gif

Selamat datang pada Website Museum Pusaka Nias!

Pada halaman website ini, Anda dapat berkenalan dengan budaya Nias dengan segala kekayaannya. Anda dapat memperoleh berbagai informasi penting mengenai budaya Nias. Website ini dapat menjadi pintu informasi pertama bagi Anda untuk mengenal lebih dekat budaya Nias dan masyarakatnya. Saya, Johannes M. Hämmerle, OFMCap dengan senang hati menyambut kedatangan Anda di website ini.
Anda dapat memberikan komentar atau saran-saran, dengan mengirimkan e-mail ke: direktur@museum-nias.org atau mengirimkan surat melalui pos pada alamat kami kami.

Silakan Anda menitipkan pesan dan kesan pada Buku Tamu di bawah ini. Terima kasih.

Popularity: 13% [?]

Comments

34 Responses to “Buku Tamu”
  1. ehalawa says:

    Selamat atas muncul dan aktifnya lagi sebuah Situs baru tentang Nias. Semoga kehadiran situs ini semakin menyemarakkan kehadiran Nias dalam dunia maya dengan informasi segar, khususnya informasi budaya Nias.

  2. Patrick Polanski says:

    Viele Grüße aus dem kalten München von den begeisterten Museumbesuchern, Patrick und Simone! Wir versuchen die Museum-Seite zumindest bei unseren Freunden bekannt zu machen ;) Obwohl ich wie verrückt versucht habe an das über Nias ran zukommen, ist es mir leider noch nicht gelungen! Aber die Hoffnung stirbt zuletzt! In diesem Sinne alles Gute und hoffentlich bis bald!!!

  3. Fidelis says:

    Website museum Nias kini sudah menjadi kenyataan. Ini perjuangan panjang Pater Johannes Hammerle. Ikut terlibat di dalamnya, secara aktif adalah Bruder Yustinus, yang mensetting semua upaya admin. Mula-mula saya mengusulkan menggunakan postnuke, tapi kemudian Bruder Yustinus mengusulkan Wordpress. Dan sejauh ini, saya melihat inilah yang paling sesuai dengan kebutuhan Museum Nias. Tinggal masukan berita dalam bahasa Indonesia, Jerman dan Inggris dibutuhkan. Publikasi alamat website juga perlu makin dipromosikan. Salam kasih senantiasa. Fidelis (Jakarta, Indonesia)

  4. Sebagai putra Nias, pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada Pater Johannes Hammerle yang telah bersusah payah dan tanpa mengenal lelah telah menelusuri dan mengumpulkan kembali bukti-bukti sejarah tentang Nias. Baik yang bersifat mitologis maupun kajian. Saya percaya apa yang telah beliau rintis dan kerjakan selama ini tidak akan sia-sia, dan biar dengan kehadiran portal ini menjadi babak baru untuk masyarakat Nias untuk lebih berkembang pada arah yang lebih baik lagi.

  5. Saya juga senang bisa melihat Website museum Nias ini. Dengan ini saya tahu ada satu alamat di mana saya bisa membaca sesuatu yang berhubungan dengan khasanah budaya Nias. Semoga apa yang disajikan dalam Website museum Nias ini dapat memotivasi banyak orang untuk menghargai budaya Nias dan orang Nias bisa tampil berbudaya dalam kebersamaan dengan orang lain yang berbeda budaya. Salamku untuk Tim Website ini. Saohagölö dan Ya’ahowu ita fefu. (Metodius Sarumaha, Frankfurt-Jerman)

  6. Website Museum Nias kini telah online. Saya senang mengunjungi website ini karena di dalamnya saya dapat mengetahui lebih banyak lagi tentang budaya Nias dan hal-hal yang baru berkembang di Nias saat ini. (Fidelis Harefa, Palangka Raya, Kalimantan Tengah)

  7. Gregorius Fau says:

    Perjalanan dan perjuangan panjang untuk melestarikan budaya Nias kini telah nyata dengan kehadiran Yayasan Pusaka Nias.Dan kini, website museum Nias dapat kita ‘nikmati’ untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Nias. Terimakasih banyak atas upaya dan perjuangan Pater Johannes M. Hammerle OFMCap yang telah menelusuri, menggali dan mengumpulkan kembali ‘butir-butir mutiara’ yang amat berharga dari budaya Nias. Terimakasih juga atas kehadiran website museum Nias yang memungkinkan banyak orang untuk mengenal lebih dekat budaya dan masyarakat Nias. Saya sendiri telah memetik manfaat website ini yang menolong saya dalam beberapa hal untuk mencari-tahu informasi tentang Nias dalam kebutuhan studi saya. Penampilan ‘wajah’ website ini memikat hati, maka tak terlupakan ucapan terimakasih kepada Br. Yustinus, dengan kepiawaiannya, yang saya kira telah terlibat aktif dalam men-setting dan ‘mendekor’ layout website ini. Salam hangat..Ya’ahowu. (Gregorius Fau, Quezon City-Philippines)

  8. Selamat Zagötö says:

    Saya senang mengunjungi website ini karena saya dapat mengetahui lebih banyak lagi tentang budaya Nias dan perkembangan baru di Nias.
    Btw, saya mohon penjelasan: Bagaimana hubungan anak kijang putih dengan hoho Ama Sama?
    Mohon maaf menulis pertanyaan di sini, karena artikel itu sudah ditutup. Kenapa ditutup, padahal isinya yang berhubungan dengan hoho itu amat menarik?

  9. Rudy Gea says:

    Ya’ahowu!
    Saya merasa senang bisa bergabung dan mengunjungi situs tentang museum nias kita yg tercinta ini, ternyata dengan adanya situs ini, informasi- informasi yg berhubungan dengan kebudayaan ONO NIHA dapat kita peroleh dengan cepat. Saya merasa bangga dengan adanya website ini. Sukses buat pengelola museum nias!!
    GBU

  10. Pdt. Gustav Harefa says:

    Saya merasa senang dengan munculnya website ini. Semoga dapat menjadi saksi dari sejarah panjang kebudayaan Nias yang hampir atau bahkan dilupakan. Salam juga buat Pastor Gregorius Fa’u dan Iskar Gulo. Trimakasih juga buat Pastor Johanes Hamerle yang telah bekerja keras dalam “menghidupkan kembali” budaya Nias. Tuhan memberkati

  11. krensen says:

    Wah …mengagumkan :) Luar biasa banget. aku merasa bangga…. Maju terus pantang mundur… Sajikan lah berita yang menarik dan konsumsi budaya yang terus menerus baru dan menggairahkan :) Biar makin banyak yang berminat mengenal budaya sendiri

  12. Antara senang tapi miris. Senangnya karena ternyata ada yang peduli dengan peninggalan2 sejarah Nias, tapi di balik itu ada rasa miris karena ide itu bukan berasal dari kita ononiha. Salut dan terima kasih buat Bpk. Johanes, dan saya harap apa yang telah dilakukannya dapat membangkitkan semangat kita ononiha untuk lebih mencintai dan menghargai peninggalan2 sejarah kita. Sukses selalu.

  13. Marinus W. says:

    Yaahowu Banuada!

    Hebat, hebat, hebat. Saya baru berkunjung di situs ini, namun saat melihat estetikanya yang indah, hati yang kecil ini langsung bergolak, dan mengajak untuk memberikan sepata kata untuk situs ini hahahahahaha…

    Selamat ya atas situs ini, semoga situs pusaka nias dapat semakin memperkenalkan budaya di Nias mana pun juga.

    Alamat:www.niasbaru.wordpress.com/ mars_waruwu@yahoo.com

    Bandung, Mahasiswa Universitas Parahyangan Bandung, Jabar

  14. Yani Holm says:

    Saya sangat kagum dengan keindahan Nias God willing say akan berkunjung.

  15. rosman berkat M4 says:

    Yaahowu talifuso!!!!!!!!!!!!
    gali terus tentang kebudayaan Nias!!!!!benda benda purbaka tentang Nias begitu banyak diluar Negeri!!!!adakah kemauan dari ononiha untuk mengambil kembali;;;;;
    saya mahasiswa di Univ.MPU Tantular jaktim…..hani ya sangila ndrao yae no hp 081381897776

  16. Ordayanus Laowo says:

    Ya’ahowu Banua.

    Saya orang Nias yang lahir dan besar di luar Pulau Nias, saya lahir di Balikpapan, Kaltim dan besar di Medan Sumut. Berkunjung ke Nias baru saya lakukan 2 kali (terakhir tahun 1999). Saat ini saya berdomisili di Bogor dan bekerja di Jakarta. Saya merasa senang dan bangga dengan adanya situs ini karena saya dapat mempelajari budaya Nias yang sampai saat ini sangat sedikit saya ketahui.

    Maju terus… dan tetap semangat.

  17. naomi agnes says:

    Nias……………..hebat. gak nyangka ……..
    maju terus……………..
    buat ono niha yg di perantauan.
    sumbangkan ide, ilmu, dan uang muuuuuuuuuuuuuuuuu
    budi manullang…apa kabar.
    kontak kita donk

  18. Debora Tydecks says:

    Ya’ahowu!
    Saya sangat senang menerima Newsletter dengan informasi dari Museum Pusaka Nias dan aktivitas di Nias – idenya bagus sekali!
    Semoga selalu semangat bekerja terus untuk budaya Nias.
    Salam dari Jerman,
    Debora

  19. Aloma Sarumaha says:

    Saya kagum, seorang Pastor Johannes M. Hammerle memberikan hampir seluruh hidupnya untuk mengembangkan Budaya Nias. Orang Nias yang mau belajar budayanya, belajarlah kepada Pastor Johannes. Museum ini menjadi sejarah Nias dalam bentuk benda-benda fisik. Menarik untuk dikaji. Saya berharap kekayaan budaya Nias yang terdokumentasi dalam museum dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa/i Sekolah Tinggi Pastoral Dian Mandala Gunungsitoli Keuskupan Sibolga untuk melakukan kajian hubungan agama dan budaya (aloma sarumaha, Universitas Negeri Jakarta).

  20. dito d says:

    saya sangat bangga terhadap situs ini dimana mengigatkan kita putra/i nias ingat dengan sejarah nias.dan saya terima kasih terhadap sejarahwan dan tokoh masyarakat nias yang telah menguraikan dengan fakta yang jelas dan akurat.

  21. Fidelis Dapati Giawa says:

    Pastor Yohanes Yth
    serta Seluruh kru Museum Pusaka Nias
    Ya’ahowu…………………………….

    Keberadaan situs budaya dan segenap hal-hal yang tertuang di dalamnya sungguh sangat bermanfaat sebagai sumber informasi. Studi dan paparan ilmiah tentang Nias memang sangatlah langka selama ini. Maka ga salah saya sampaikan salam hormat dan saluuuut pada bapak pastor dan tim yang telah berupaya menggali dan terus mensosialisasikan budaya dan masyarakat nias.
    Bapak pastor Yohanes yang terhormat, saya telah membaca dua buku buah karya pastor, yakni OMO SEBUA dan ASAL USUL MASYARAKAT NIAS. Khusus mengenai buku ASAL USUL MASYARAKAT NIAS, SEBUAH INTERPRETASI, terus terang banyak yang menjadi tandatanya pada pemaparan tafsirannya. Khususnya mengenai penafsiran asal-usul masyarakat nias yang disebut berasal dari China. Untuk sementara ini saya belum bisa mengurai pandangan saya, karena masih dalam tahap pengembangan pengetahuan dan wawasan sehingga saya ikuti saja dulu segala informasi yang ada. Mudah-mudahan dalam waktu dekat saya bisa mampir di padepokan bapak pastor dan bisa berdiskusi lebih banyak.

    Sebelum mengakhiri komentar saya pada situs yang sangat berdedikasi ini saya ingin mengusulkan beberapa hal:
    1. Mohon gambar-gambar koleksi museumnya ditampilkan juga. Saya (dan mungkin juga yang lain) yang tidak sempat berjalan-jalan ke Nias untuk melihat-lihat kekayaan pusaka Nias bisa terhibur walaupun hanya melihat visual lewat foto.
    2. Saya sangat terkesan dengan penampilan cuplikan foto Silat Nias yang diolah oleh Sdr. Gratiano Telaumbanua. Kadang terlintas dalam benak saya apakah silat nias tersebut sesungguhnya tarian yang memiliki makna filosofi gerak atau lebih kepada bela diri. Apa pun yang ingin ditampilkannya serta apakah perwujudannya merupakan beladiri atau tarian, sesungguhnya ia memiliki kekayaan nilai. Makanya saya usul, bagaimana kalau diadakan kajian dan menurunkan sedikit riwayat silat nias. Ada beberapa sumber yang dari berbagai daerah yang memanifestasikan keluhuran filosofi para leluhur dari gerak bela diri dan tarian. Barang kali dengan kajian “dunia persilatan” di Nias bisa pula pula dikaji dari sisi lain wajah budaya nias.

    sementara demikian dulu usul dari saya buat kru Museum Pusaka Nias, teristimewa buat bapak pastor;
    Salam Hormat,
    YA’AHOWU

  22. Terima kasih banyak atas sajian tulisan dan gambaran berupa ragam foto yang bernas sekitar Nias.
    Semoga sukses mencapai tujuan yang selayaknya.

    Ya’ahowu,

    (A.Kohar Ibrahim)

  23. Syukur pada Tuhan akhirnya juga Museum Nias menjadi kenyataan.. ini merupakan sarana yang bagus untuk kita semua orang nias, ditambahkan lagi dengan websitenya yang sangat membantu sekali, saya jadi teringat kala waktu itu (1999) ikut kerja membangunnya..tapi akhirnya semua itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya pribadi dan aplagi bagi seluruh masyarakat nias…Terima kasih pada Pastor Johanes yang selalu giat dan ingin membangun Pulau Nias tercinta
    mari kita lestarikan budaya kita untuk anak cucu yang akan datang..

    Ya’ahowu

    Bali – Roma

  24. Nasokhili Giawa says:

    Saya menyampaikan Selamat atas kehadiran dan diaktifkannya situs Museum Pusaka Nias. Karya spektakuler yang diwariskan oleh nenek moyang Nias berupa rumah adat, karya seni lain membuktikan bahwa ONO NIHA jenius. Diharapkan agar Nias terus bangkit dari keterbelakangan yang memungkinkan mencapai kemakmuran dan kejayaan. Terima kasih untuk Pastor Johannes yang telah banyak berbuat dan terus membaktikan diri untuk menjadi agent of change di Nias. Gbu abundantly.

  25. KRISTOF ZEBUA says:

    Situs Museum Pusaka Nias, merupakan karya besar dalam mempromosikan keberadaan Pulau Nias melalui dunia maya. Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pengelola situs ini khusunya kepada Pastor Yohannes H yang sangat peduli akan pelesraian budaya Nias.

    Situs ini menjadi objek edukasi yang luar biasa, dan menjadi saksi sejarah bagi keturunan masyarakat Nias ke depan.

    Ya’ahowu Tano Niha……Banua Omasio…

    KRISTOF ZEBUA

  26. yahowu..

    semoga situs ini menjadi sebuah wahana bagi pencari informasi budaya nias…

  27. Taqwa Siregar says:

    Saya senang bisa mengetahui perkembangan pulau nias melalui website ini. saya pernah bekerja selama 1,5 tahun di nias (mei 2005 – oktober 2006), suatu pengalaman yang sangat menyenangkan. saya berharap suatu hari nanti saya bisa kembali ke sana. Selamat dan sukses buat Yayasan Pusaka Nias.Selamat melayani Pater Johannes M. Hammerle, Tuhan memberkati kita. Taqwa Siregar – Jakarta

  28. mattnias says:

    Sukses buat museum Pusaka Nias :)

  29. Dharma says:

    Saya yang jauh dari tanah nias merasa dekat ketika ada banyak informasi, utamanya dari Museum Pusaka Nias sangat menolong saya.Terima kasih

  30. Dengan website nya Yayasan Pusaka Nias ini, membuat saya lebih mengenal tentang P.Nias yang sejak dulu ‘cuma’ dengar ceritanya, terima kasih atas informasi nya dan saya sangat percaya bahwa suatu saat nanti (waktunya Tuhan) saya bisa mengunjungi P.Nias dan bertemu dengan Pastor Johannes M. Hammerle, salam dari ’s-Gravenhage, Nederland. Pdt.Petrus Rudi

  31. Isar Laoli says:

    Yaahowu……
    Saya bersyukur ada orang yang punya hati yang luar biasa untuk Nias, dengan kerja keras dan semangat yang besar, akhirnya kita bisa melihat dan menyaksikan sejarah dan segala macam artefak yang dimiliki oleh Nias di zaman dahulu kala.
    Terimakasih untuk Pak Johannes, panjang umur dan tetap sehat, Tuhan memberkati.
    Saohagolo

  32. Juli tahun 2007, saya berkunjung dua kali ke Museum Pusaka Nias, pertama saya ingin belajar tentang warisan budaya ono niha, peninggalan situs artefak yang meliputi : Megalith, patung, rumah adat, perlengkapan perang seperti tombak beserta perisai, dan alat2 rumah tangga sehari-hari, tanaman-tanaman langkah yang ada di kepulauan Nias, beberapa fauna, serta buku-buku yang menceritakan hikayat dan kebudayaan Nias. Kunjungan kedua saya ingin membeli buku tentang famato harimao (pesta yang mengusung harimau) di Nias Selatan, yang membuat saya kagum adalah fasilitas penunjang Museum Pusaka Nias. Mengintegrasikan museum dengan taman bacaan di bibir pantai, dan juga rekreasi pantai, luar biasa gagasan pastor Pastor Johannes M. Hammerle. Tanpa harus saya pulang ke rumah saudara untuk baca buku yang saya beli, saya memutuskan untuk membacanya di ruang taman bacaannya dengan menikmati hembusan angin pantai yang sejuk, menambah inspirasi dari relung hati terhadap bacaan yang kaya akan budaya keberanian serta kekuatan nenek moyang di era tempo dulu, memberikan kita makna sejatinya dalam mengetahui sejarah panjang leluhur kita. Terima kasih Museum Pusaka Nias telah banyak memberikan pelajaran dan inspirasi.

  33. Admin says:

    Terima kasih banyak Pak Paterson Sarumaha. Betapa senang rasa hati ini kala ‘rumah’ ini dikunjungi oleh para pencintanya. Kami senantiasa berusaha membuat yang terbaik untuk para pengunjung MPN. Namun keinginan baik itu saja terasa tidaklah cukup untuk memelihara dan mengembangkan MPN ini dengan segala warisan budaya leluhur Ono Niha yang ada di dalamnya. Dibutuhkan juga partisipasi dan kepedulian dari semua pihak untuk pengembangannya ini, terutama dari putera/i Tanö Niha.

    Perjalanannya memang masih berlanjut, kendatipun tertatih. Dalam ketertatihan itu, masih mampukah ia meneruskan perjalanannya? Sampai kapan? Tentu ini menjadi pertanyaan yang perlu direfleksikan bersama oleh para pencinta Warisan Leluhur Ono Niha.

    Dibarengi rasa gembira atas kunjungan Pak Paterson Sarumaha, kami pun menundukkan kepala seraya mengucapkan kata terima kasih banyak. Jangan lupa meluangkan waktu untuk berkunjung ke MPN di masa yang akan datang. Ya’ahowu.

  34. Museum Pusaka Nias sungguh merupakan satu kebanggaan yang kita miliki di Tano Niha tercinta. Betapa tidak, museum ini sangat kaya pembelajaran tentang warisan budaya leluhur Nias, kepedulian kita terhadap benda-benda bersejarah ini harusnya lebih besar, karena disinilah kita lebih mengenal identitas insan Nias. Bahkan patut kita berbangga hati serta hormat, seorang pastor yang bernama Pastor Johannes M. Hammerle mendedikasikan hidupnya dalam pembangunan museum, sebagai penulis sejarah asal-usul orang nias yang dihimpun dari mite dan mitos yang ada. Sebaga insan Nias, tentu kita harus dukung Museum Pusaka Nias supaya tetap exist dimata masyarakat Nias, di Indonesia, maupun dimata Dunia. Sekecil apapun bentuk pastisipasi kita sangat diperlukan untuk memelihara keberadaannya. Oleh sebab itu, saya coba memberi usulan sederhana, bahwa content yang ada di Web MPN ini di Plugg-in kolom Donor dalam beberapa bahasa, yang dapat diregistrasi baik secara personal maupun institusi/kelompok masyarakat. Di infokan siapa saja donor yang sudah ada, ini mungkin bisa menggerakkan kita untuk berpartisipasi dalam memelihara museum. Semoga MPN dapat menggali lagi, serta mengumpulkan benda-benda sejarah nias yang memang sudah banyak tersebar diberbagai penjuru dunia.

    Saohagolo / Terimakasih / Thank you / suksma / nihaoma / adios / arigato
    Agus Paterson Sarumaha

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word