Hoho Hilinawalö-Fau

March 29, 2008 by mpn  
Filed under Aktual, Berita, Museum

Para Penyair dari Hilinawalö-FauCD Musik dan Syair Tradisional Nias “Hoho Hilinawalö-Fau”

Di seluruh Nias, “Hoho” bukan hanya sekedar tuturan lisan biasa. Hoho merupakan temali pengikat jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa sekarang. Jembatan yang dapat menerusakan dan menghadirikan peristiwa hidup para leluhur kepada generasinya yang masih ada hingga kini. Hoho merupakan ceritera, legenda dan mite yang dituturkan secara turun-temurun oleh orang-orang yang memiki pengetahuan karena pernah mendengar atau mempelajarinya dari orang tua.

Karena itu banyak juga syair Hoho yang dituturkan secara bervariasi dan sesuai dengan kemampuan penutur. Ini merupakan kekayaan dari hoho itu sendiri dan sekaligus menjadi kelemahan. Oleh karena itu, syair dan inti Hoho perlu dianalisa dan tidak bisa diterima atau diaminkan begitu saja.

Misalnya pada track-2 side A; penutur menyebutkan bahwa ibu “Nandrua” berasal dari seberang. Sementara versi lain juga menyebutkan bahwa Nandrua adalah isteri dari Mölö. Padahal menurut data-data yang lain yang paling bisa diterima, Nandrua adalah isteri dari ‘Ho.’

Banyak sejarah masa lalu hanya diketahui lewat tuturan Hoho. Misalnya tuturan lisan mengenai asal-muasal ke empat leluhur orang Nias “Hoho si öfa börö danömö.” Demikian juga seluk beluk mengenai Sirao, Hia dan Ho serta fenomena ibu “Nandrua” di Nias. Hoho yang dituturkan itu merupakan dasar dan awal untuk membuka cakrawala dan analisa kita tentang sejarah Ono Niha.

Read more

Popularity: 16% [?]

Kata Sambutan Bupati Nias

March 14, 2008 by mpn  
Filed under Video

Video diolah oleh: Gratiano Telaumbanua

Popularity: 12% [?]

Peresmian Rumah Adat di Sifaoro’asi Gomo

March 4, 2008 by mpn  
Filed under Berita, Museum

Omo Hada Di Sifaoro’asi GomoWalaupun menurut sekalangan orang bahwa mustahil untuk merekonstruksi rumah adat Nias dengan berbelik ribuan alasan terutama karena bahan kayu dan biaya proses adat, namun rekonstruksi Omo Hada di Sifaoroasi-Gomo yang diusahakan oleh Museum Pusaka Nias dengan pendekatan yang sungguh melibatkan pemilik rumah, akhirnya selesai dan diresmikan pada Kamis, 15 Maret 2007.

Dana rekonstruksi rumah adat berasal dari bantuan Münter Westfalen, Jerman bekerja sama dengan Museum Pusaka Nias Gunung Sitoli. Pesta rumah adat ini dihadiri oleh unsur Muspika Gomo antara lain Camat Gomo Alisökhi Bu’ulölö dan Kapolsek H. Harefa. Hadir pula Direktur Museum Pusaka Nias Pastor Johannes M. Hämmerle, OFMCap dan tim dari UNESCO Jakarta.

Pesta ini dimulai dengan penerimaan tamu secara adat dengan tari moyo, penyambutan para tamu dengan pemberian salam adat, penyuguhan sekapur sirih, lalu diteruskan dengan tari persahabatan rakyat “maena.” Pada kata sambutannya, Direktur Museum Pusaka Nias menekankan bahwa rumah adat sangat baik dan perlu juga dipelihara untuk pendidikan generasi muda terutama anak sekolah. Selanjutnya Camat Gomo Al. Bu’ulölö menyampaikan rasa terima kasih kepada Museum Pusaka Nias atas perhatiannya di Gomo. Semoga perhatian ini dapat terus menerus diberikan, tandas beliau sembari berjanji bahwa Pemerintah Kecamatan siap mendukung program ini karena di kecamatan Gomo sekarang ini rumah adat sangat langka dan hampir tidak ada lagi orang yang membuatnya.

Acara pesta peresmian diselingi dengan pembicaaraan adat “Gego.” Setelah itu pemberian penghormatan adat kepada pemilik rumah Ama Asali Telaumbanua atas rasa cintanya pada kampung, para kerabat dengan berdirinya kembali rumah adat tersebut. Karena itu kepada beliau diberi nama adat “Buruzi Humönö.” Proses pemberian gelar itu ditandai dengan pengusungan Ama Asalia serta arak-arakan di sekitar halaman rumah oleh warga. Ama Asalia menyampaikan bahka tidak akan mungkin berdiri kembali rumah adat tersebut tanpa Museum Pusaka Nias, karena itu atas nama seluruh keluarganya menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya.

Sumber: Media Warisan, Edisi No. 58, Tahun 6 Maret – April 2007, halaman 8

Popularity: 16% [?]