Pembangunan USB SMPN 2 Lölömatua Dikerjakan Asal Jadi

January 31, 2008 by fabius.ndruru  
Filed under Aktual

* Kasek SMPN2 Lölömatua Sudah Satu Semester Tidak Masuk Tugas (Media Warisan Edisi No. 61)

Salah satu program pemerintah untuk memenuhi target penuntasan wajib belajar sembilan tahun nasional adalah memperbanyak daya tampung sekolah menengah pertama atau SMP sederajat dengan pembangunan SD-SMP satu atap, terutama di daerah terpencil untuk tujuan perluasan akses pendidikan melalui pembangunan sekolah baru di seluruh Indonesia dengan cara peluncuran Program Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SD-SMP.

Program USB SD-SMP dilakukan melalui program block grant atau subsidi yang biayanya didapat dari pinjaman lunak dan hibah dari Pemerintah Australia. Pengelolaannya menggunakan mekanisme partisipasi masyarakat di sekitar sekolah dengan memerhatikan tingkat keamanan konstruksi, kualitas bangunan, dan ketepatan waktu pembangunan dengan mengacu pada peraturan dan panduan pelaksanaan yang telah ditetapkan.

Read more

Popularity: 6% [?]

Situs Megalitik Bitaha, Desa Olayama Kec. Lölöwa’u, Kab. Nias Selatan

January 30, 2008 by fabius.ndruru  
Filed under Budaya

Oleh: P. Johannes M. Hämmerle, OFMCap. (Media Warisan Edisi No. 61)


patung-02.jpgSitus Megalitik Bitaha sudah terkenal sejak zaman kolonial Belanda. Para penulis buku-buku edisi terbaru juga menurunkan berita dan foto-foto dari Situs yang termasyhur itu, antara lain: Buku edisi lux tulisan Jean Paul Barbier dengan judul Botschaft der Steine

Messages in Stone; halaman 49) dan buku Guide untuk wisatawan tentang pulau Nias yang ditulis pada tahun 1998 oleh Bernd Eberlein yang dilebih akrab dipanggil Mister Ben di Nias (halaman 66-67).

Read more

Popularity: 20% [?]

Uli Danö Saukhu dan Disain Nias yang Serba Tergantung

January 30, 2008 by fabius.ndruru  
Filed under Artikel

Oleh: Nata’alui Duha, S.Pd. (Media Warisan Edisi No. 61)

matahari.pngUli Danö Saukhu, pemanasan global (global heat) merupakan isu yang paling dibicarakan dan dikuatirkan di penghujung tahun 2007, menyongsong 2008. Konferensi Dunia Perubahan Iklim di Bali pada 13-14 Desember 2007, telah menghasilkan berbagai kesepakatan dan menggalang kesadaran akan usaha penurunan emisi gas yang berdampak pada peningkatan suhu bumi yang sangat ekstem akhir-akhir ini.

bumi.pngBumi yang panas itu ditandai dengan berbagai bencana alam yang mematikan dan menyengsarakan manusia di berbagai belahan dunia. Segala aktivitas manusia yang mengakibatkan peningkatan emisi CO2, secara langsung menciptakan neraka dunia dan menggali liang kuburan massal. Banjir bandang, longsor, angin puting beliung, badai, topan, musim yang tidak teratur dan peningkatan suhu bumi yang sangat menyengat dll., semua membawa malapetaka bagi manusia.

Read more

Popularity: 14% [?]

Patung La’ia Menurut E.E.W.Gs. Schröder

January 12, 2008 by fabius.ndruru  
Filed under Budaya

Dalam jilid ke-2 dari buku E.E.W.Gs. Schröder yang berjudul NIAS (1917) kita melihat foto-foto patung-patung kayu pada rumah bangsawan (Omo Ruyu) di Bawömataluo dalam bentuk ayam jantan yang digantung atau dipasang pada langit-langit rumah itu bersama dengan piring-piring keramik besar, tulang-tulang rahang bawah dari babi, gendang, tambur dll. Patung-patung ayam jantan itu dalam buku Schröder disebut la’ija. Pada masa kini, “Lai’ja“ ditulis menjadi la’ia.

Mengapa Schröder menterjemahkan la’ia dengan ayam jantan? Tidak sulit untuk dijawab. Karena 100 tahun yang lalu, demikianlah informasi yang diberikan kepadanya dari desa Bawömataluo. Lalu siapakah yang pernah meneliti arti kata la’ia atau asal nama marga La’ia? Marilah mendengar penjelasan Ama Zaro Baene, si’ulu di desa Hilidohöna, kecamatan Lahusa. Beliau mengetahui banyak hal yang menyangkut sejarah atau budaya di daerah Talu Zusua. Soal la’ia dijelaskanya sebagai berikut di bawah ini.

Pada zaman dulu hidup seorang yang gagah berani dan kuat sekali. Di dalam desanya di wilayah Gomo tak seorangpun sanggup melawan dia. Ayam jantan “silataona,“ telah menjadi lambangnya. Nama orang itu ialah La’iana. Lama-kelamaan namanya disingkat menjadi La’ia. Dan dengan nama singkat itu dia menjadi leluhur marga La’ia.

Read more

Popularity: 19% [?]

Buku Baru Tentang Arsitektur Rumah Tradisional Nias

January 7, 2008 by nataalui.duha  
Filed under Berita, Budaya

Akhir-akhir ini setelah bencana alam gempa bumi, cukup banyak permintaan buku menyangkut arsitektur rumah tradisional Nias. Ini disebabkan oleh banyaknya pakar yang menilai dan menyatakan bSampul Buku Baru Arsitektur Niasahwa konstruksi rumah tradisional Nias “Omo Niha” sangat cocok dengan kondisi alam Nias yang sering diguncang oleh gempa bumi. Artinya bahwa para leluhur masyarakat Nias menciptakan arsitektur tersebut untuk menyikapi fenomena alam pulau dimana mereka hidup di atasnya. Untuk menjawab permintaan berbagai kalangan yang hendak memperlajari arsitektur Nias tersebut, maka Yayasan Pusaka Nias telah menerbitkan buku Prof. Alain M. Viaro dan Ziegler atas persetujuan dan izin tertulis dari mereka.

SPESIFIKASI BUKU

Judul Buku: Traditional Architecture of Nias – Indonesia

Penulis: Prof. Alain M. Viaro dan Ziegler

Bahasa: Inggris Tebal : 112 halaman

Tahun Terbit: 2007

Harga satuan: Rp 52.500,- (Di luar ongkos kirim)

Anda mau memilikinya? Hubungi Museum Pusaka Nias Telepon: + 62- 0639 -21920

Popularity: 17% [?]

Dan…“Omo Niha” Itu Diresmikan

January 5, 2008 by nataalui.duha  
Filed under Aktual, Berita, Museum

Omo Niha yang diesmikan di Museum Pusaka NiasKesannya, kita sedang memasuki area kottage yang asri dan bersih. Diperindah oleh berbagai jenis bambu dan flora Nias langka yang sengaja ditanam agar lingkungan tetap hijau. “Jauh dari kesan angker dan memikat,” kata Direktur Museum Budaya Barcelona Spanyol Anthoni Nicolas yang berkunjung ke museum Pusaka Nias baru-baru ini.

Dari jalan kita tidak menduga bahwa kita sedang memasuki kawasan Museum Pusaka Nias yang ditata dengan konsep etnis-naturalis. Memasuki halaman gedung induk, kita langsung melihat sebuah rumah adat “Omo Niha” berbentuk oval yang sering disebut “Omo Laraga” oleh masyarakat sekitar kota Gunung Sitoli.

Read more

Popularity: 13% [?]