Merry Christmas
Video diolah oleh: Gratiano Telaumbanua
Popularity: 9% [?]
Selamat Hari Natal & Tahun Baru

Seluruh Staf dan Keluarga besar
Museum Pusaka Nias, mengucapkan:
Selamat Hari Natal, 25. Desember 2007
dan
Tahun Baru, 1. Januari 2008.
_
Popularity: 4% [?]
Pidato Bupati Nias pada Festival Ya’ahowu
Video diolah oleh: Gratiano Telaumbanua
Popularity: 5% [?]
Pidato Ketua DPRD Nias pada Festival Ya’ahowu
Video diolah oleh: Gratiano Telaumbanua
Popularity: 11% [?]
Sawuyu: Adakah Jasa-mu?
December 13, 2007 by fabius.ndruru
Filed under Artikel
Semenjak negeri ini merdeka, masyarakat Nias tidak tertarik membicarakan hal-hal yang bersinggungan dengan kehidupan para abdi atau budak “Sawuyu.” Seolah trauma dengan kata itu. Tak ada lagi perbudakan dan penjajahan baik oleh para Si’ulu/Balugu/Salawa Nias dulu sebagai penjajah internal maupun Belanda dan Jepang sebagai penjajah external.
Sawuyu berakar dari kata Si ’yang’ – awuyu ’muda.’ Yang muda merujuk pada kelompok orang yang masih kecil dan belum dewasa. Orang yang belum dewasa otomatis belum menikah dan yang belum menikah juga belum termasuk pada struktur kemasyarakatan secara penuh sehingga hak-hak mereka secara adat tidak diperhitungkan. Dalam strata masyarakat Nias, mereka tergolong masyarakat lapisan terakhir setelah masyarakat biasa/kebanyakan ’sato,’ sedangkan Si’ulu/salawa/balugu berada pada posisi yang tertinggi (Wolfgang Marschall, www.nirn.org, 2007, 1).
Sering kita mendengar istilah “iraono“ atau “iraono na sa” yang tidak hanya ditujukan kepada orang yang belum dewasa, melainkan kepada mereka yang belum berjasa dan tidak pantas menjadi pemimpin. Selain itu, masih ada juga istilah lain terhadap para abdi antara lain harakana, binu sauri dll.
Perbudakan “fan(g)osawuyu“ merupakan lembaran hitam yang harus ditutup, karena kegetiran dan penderitaan yang dialami oleh mereka yang telah dijadikan sawuyu di Nias. Martabat dan harga diri mereka sungguh-sungguh direndahkan bahkan tidak dianggap sebagai manusia yang utuh hingga anak-cucu. Mereka selalu dijuluki sebagai kelompok terpinggirkan yang tidak pernah diperhitungkan. Mereka selalu diberi predikat negatif. Hingga kini, kita masih bisa mendengar jika ada seseorang yang berperilaku kurang etis, kurang sopan atau tidak tahu adat, sering disindir sebagai “sawuyu.“
Popularity: 16% [?]
Pendirian Behu Bitaha (1)
Video diolah oleh: Gratiano Telaumbanua
Popularity: 8% [?]
Pendirian Behu Bitaha (2)
Video diolah oleh: Gratiano Telaumbanua
Popularity: 8% [?]






