YPN Mengucapkan:
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1428 H, mohon maaf lahir dan bathin
Popularity: 1% [?]
Lingua Nias
October 10, 2007 by fabius.ndruru
Filed under Budaya
Untuk membahas topik tersebut di atas, paling tidak ada tiga pertanyaan yang harus dijawab dan dibahas dalam tulisan ini, yaitu:
A. Kebudayaan Nias, aslinya dari mana?
B. Suku Nias, asal usulnya dari mana?
C. Bahasa Nias, asalnya dari mana?
Sehubungan dengan ketiga pertanyaan itu, saya ingin menarik perhatian para ahli linguistik pada misteri Nias. Secara hipotetis dan spontan saya mencoba memberi suatu jawaban atas ketiga pertanyaan itu, melukis suatu gambaran Nias yang retrospektif, sekaligus sebagai suatu visi inspiratif bagi para ahli linguistik yang diharapkan membongkar misteri asal usul bahasa Nias.
A. Kebudayaan Nias
Kebudayaan Nias seperti kita kenal pada masa ini, rupanya belum begitu tua, sekitar 500 tahun. Dinilai baru, bukan dalam arti baru diciptakan, melainkan dalam arti baru diterima di pulau Nias sebagai pemasukan dan kemudian merupakan faktor terpenting dalam proses kemajuan. Besar kemungkinan pemasukan budaya yang baru itu, yang kemudian dijadikan kebudayaan Nias, berasal dari Cina. Budaya Cina itu mulai memasuki pulau Nias sejak limaratusan tahun yang lalu oleh imigrasi sekelompok orang keturunan Cina di wilayah kecamatan Lahusa dan kecamatan Gomo, Nias Tengah.
Kelompok pendatang yang baru itu memiliki pengetahuan dan ketrampilan di berbagai bidang, maka kedatangan mereka membawa perubahan dan kemajuan bagi masyarakat Nias. Lama-kelamaan budaya mereka menjadi dominan di pulau Nias. Secara singkat saya menyebut beberapa bidang kemajuan,misalnya: arsitektur, pertukangan, pertanian, peternakan dan tenunan. Juga kemajuan dalam hal kultur megalitik, patung, silsilah dan kasta.
Popularity: 23% [?]
Pembangunan
Pembangunan Nias “Bagaikan Jamur di Musim Hujan”
Bagi kebanyakan orang, hujan biasanya dipandang sebagai musim yang membawa sial ketimbang musim kemarau. Sepanas-panasnya terik, orang masih lebih menyukainya. Padahal hujan dapat menyuburkan tanaman. Setelah berlangsung musim hujan selama beberapa waktu, seperti akhir-akhir ini, biasanya jamur tumbuh dimana-mana.
Bahkan terkadang, pada batang pohon yang masih hidup, tapi kulitnya busuk karena terlalu lama kena air hujan. Ada jamur yang bisa dikonsumsi karena bergizi, banyak juga jamur yang bisa bawa penyakit. Demikianlah arus pembangunan di Nias setelah bencana alam gempa bumi. Di sana-sini dibangun berbagai prasarana dan sarana fisik agar kondisi Nias pulih dan menjadi lebih baik.
Kran kesempatan dan peluang sudah terbuka lebar dan terus datang. Di satu pihak tidak sedikit yang kaya mendadak, dan di pihak lain yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin merana. Pokoknya peluang itu selalu ada kendatipun hanya bisa direbut oleh orang-orang pintar.
Karenanya, semua orang menjadi oportunis. Jika tidak cerdik menggunakan kesempatan, maka akan ketinggalan dan hanya menonton orang lain yang menikmati kucuran uang dari arus pembangunan itu. Begitu banyaknya peluang, hingga orang menjadi seperti tikus masuk karung beras. Bingung, mau makan apa.
Popularity: 9% [?]






