Society and Culture in Nias
Paper presented at the Conference at the Museum for Ethnology, Vienna, October 30th & 31st 2006 – Traditional Architecture And Art On Nias – Session: Ethnology and Society.
1. Nias, Land of Men, in Tremor and Transition
There are two great plates in confrontation, the Eurasian and the Pacific plate, which created the island of Nias. By innumerable earthquakes during millions of years between the two plates the little island or the whole Nias-archipel arose from under the sea. There are ancient teeth of sharks in the Museum Pusaka Nias in Gunung Sitoli, that are between 5 and 12 millions years old. These teeth were found in the interior of the island. Nias people named these teeth Si’ugu Mbanua (thunder of sky) or Lelegua.
Nomen est Omen – Various Names of the island Nias
In a geographic book of Edrisi (1154) the island is named Niyan. In another document Ibn Al-Wardi (about 1340) mentions two names of the island, al-Binaman and al-Banan, names which refer to the banana-fruit. [1] Other names were told by the oral tradition to us: [2]
Once a time the island was called parrots-island (hulo ge’e). Hundreds of green parrots flew over the island. Shortly the year 2000 they had been extirpated.
Read more
Popularity: 20% [?]
Rumah Tradisional Nias
Beberapa Jenis Miniatur Rumah Tradisional Nias
Walaupun masyarakat Nias masih mengakui hanya satu suku yaitu suku Nias, dengan satu leluhur bernama ‘Hia,’ berdasarkan mitos-mitos lama, dulu diturunkan dari langit di daerah Sifalagö-Gomo (kini termasuk Kabupaten Nias Selatan), namun pada kenyataannya Nias memiliki beraneka-ragam budaya dan tradisi yang berbeda-beda di setiap wilayah, sehingga ada ungkapan populer “Bö’ö mbanua bö’ö mböwö”. (Setiap desa memiliki tradisi yang berbeda). Keanekaragaman tersebut dapat pula dilihat dari bentuk rumah tradisional yang sangat agung dan memiliki gaya arsitektur yang sempurna, sehingga tetap bertahan pada saat terjadinya gempa padahal tidak memakai bahan dari besi.Rumah tradisional (Omo Niha/Omo Hada/Omo Sebua) di Nias selalu berbeda di setiap wilayah. Omo Hada Laraga di seluruh wilayah Nias Utara berbentuk bulat lonjong atau elips (oval). Rumah-rumah di Nias Tengah memperlihatkan banyak variasi. Ada yang berbentuk persegi empat (kuadrat), ada yang memanjang ke belakang, tetapi pada umumnya lebih rustikal dengan banyak hiasan. Rumah tradisional di Nias Selatan bentuknya memanjang ke belakang bagaikan bentuk kapal. Pengerjaannya lebih halus, cermat dan sempurna. Semua rumah tradisional Nias, bahan dasarnya adalah kayu tanpa menggunakan paku besi.Rumah di Nias Selatan selalu didirikan tidak tersendiri, melainkan dalam konteks kampung ‘Banua,’ di mana rumah-rumah berjejer sangat berdekatan dalam dua baris. Rumah-rumah merupakan bagian integral kampung secara umum, sehingga bentuknya persegi empat, memanjang ke belakang.
Popularity: 38% [?]






