Peralatan Tradisional Nias (3)

August 19, 2006 by mpn  
Filed under Budaya, Museum

…sambungan

30
Nomor Inventaris : 03-1032Tufo
Nama / Name
Nias : Tufo
Indonesia : Tikar
English : Mat
Asal / Origin : Tögizita, Nias Tengah
Keaslian / Originality : Original

Deskripsi / Description :
A sleeping mat in stars and triangle pattern.

Terbuat dari daun pandan (Sinasa) yang terlebih dahulu dibelah-belah, direndam dalam air panas selama beberapa menit, kemudian direndam lagi dalam air dingin selama satu malam. Setelah dikeringkan baru dianyam. Dipergunakan sebagai alas tidur. Panjang 158 cm dan lebar 69,5 cm dengan corak Ni’ondröfi (seperti bintang) dan Ni’ohulayo (segi tiga).

31
Nomor Inventaris : 03-0149Ta’awa
Nama / Name
Nias : Ta’awa
Indonesia : Kendi
English : Goude
Asal / Origin : Bawömataluo, Telukdalam
Keaslian / Originality : Original

Deskripsi / Description :
A jar for storing seeds of plant.

Tempat menyimpan bibit tanaman. Diambil dari kulit buah labu tua yang telah dikeringkan dan daging atau isinya dikeluarkan. Sekelilingnya telah dililit dengan rotan dan pada bagian bawahnya telah diikat lilitan bambu sebagai alasnya. Tinggi 30,4 cm dengan lingkaran 27 cm.

Read more

Popularity: 13% [?]

Peralatan Tradisional Nias (2)

August 19, 2006 by mpn  
Filed under Budaya, Museum

18

Nomor Inventaris : 03-2077Lauru
Nama / Name
Nias : Lauru
Indonesia : Takaran
English : Measurement
Asal / Origin : Sohaya-Lazagadolu,
Nias Tengah
Keaslian / Originality : Original

Deskripsi / Description :
Measurement of rice, grain and nut. It contains 7500 gram of rice.

Takaran beras, gabah dan kacang. Dianyam dari batang tumbuhan jalar ‘Tutura atau Tura-tura.’ Volumenya: 7500 gram beras. Tinggi 24,2 cm dengan diameter lingkaran 28,1 cm.

19
Nomor Inventaris : 03-0132Bowoa Wakhe
Nama / Name
Nias : Bowoa Wakhe
Indonesia : Gerabah
English : Pottery
Asal / Origin : Bawömataluo, Telukdalam
Keaslian / Originality : Original

Deskripsi / Description :
A rice cooker which was made of clay and mixed with river’s sand.

Gerabah untuk memasak nasi. Terbuat dari tanah liat yang dicampur dengan pasir halus dari sungai. Dibentuk dengan menggunakan sebuah batu bulat dan kayu sebagai palu pemukul. Setelah terbentuk, baru dibakar dalam api sabut kelapa yang sudah kering. Penggunaan periuk tanah ini sudah jarang dan diganti dengan alat-alat hasil teknologi modern. Tinggi 18,70 cm dengan diameter 30 cm.

Read more

Popularity: 10% [?]

Peralatan Tradisional Nias (1)

August 19, 2006 by mpn  
Filed under Budaya, Museum

Peralatan Rumah Tangga dan Pertanian

FuyuMasyarakat tradisional Nias dalam memper-tahankan hidup, bergantung pada alam dengan bercocok tanam secara berpindah-pindah. Lahan-lahan pertanian dibuka dan dikerjakan dengan peralatan yang sangat sederhana. Setelah hasil kebun dipanen dan tanah tidak produktif lagi, mereka pindah membuka lahan baru.

Ketergantungan pada alam dan kekuatan sendiri sangat dominan dalam masyarakat tradisional Nias. Berbagai peralatan rumah tangga dan pertanian dibuat sendiri dengan menggunakan bahan-bahan yang sangat sederhana. Peralatan ini digunakan bukan sekedar sebagai peralatan sehari-hari, tetapi juga merupakan sarana ekspresi seni pada zaman itu. Alat-alat rumah tangga dan pertanian merupakan hasil perpaduan antara daya kreativitas dan kesenian khas yang tinggi. Ukiran-ukiran yang terdapat pada peralatan tersebut menunjukkan, bahwa para leluhur memiliki darah seni dan mencintai keindahan, karena itu mereka menciptakan sesuatu yang artistik.

Read more

Popularity: 20% [?]

Tanaman Obat

August 18, 2006 by mpn  
Filed under Buku & Publikasi, Museum

PEMBUDIDAYAAN FLORA NIAS

Salah satu jenis koleksi Museum Pusaka Nias adalah biologika. Museum Pusaka Nias telah mengoleksi Herbarium Nias, mencatat nama, fungsi dan khasiat tumbuh-tumbuhan Nias berdasarkan pengetahuan masyarakat. Selain itu Museum Pusaka Nias juga membudidayakan tanaman/tumbuhan berkhasiat obat tradisional Nias.Untuk mensosialisasikan pembudidayaan tanaman obat tradisional Nias kepada masyarakat luas, pada bulan Desember 2000 Museum Pusaka Nias menyelenggarakan diskusi sehari mengenai pembudidayaan dan pemanfaatan obat tradisional. Dan pada tahun 2002 dilaksanakan lokakarya “Pengelolaan & Pemanfaatan Tanaman Obat Tradisional Nias” selama 3 hari dengan peserta terdiri dari dukun tradisional, utusan OSIS, mahasiswa, dokter, para medis, utusan LSM, utusan keagamaan dan utusan kader dengan nara sumber utama ahli Farmakologi USU-Medan. Hasil diskusi dan lokakarya tersebut telah dihimpun dalam sebuah buku dengan judul “Obat Tradisional Nias, Manfaat dan Tekhnik Penggunaannya”.

tanaman_obat.jpg

Read more

Popularity: 22% [?]