<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress/2.9.2" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>Museum Pusaka Nias</title>
	<link>http://www.museum.pusaka-nias.org</link>
	<description>Museum of Nias Heritage</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 07:19:22 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>Judul dan harga buku terbitan Museum Pusaka Nias</title>
		<description><![CDATA[Bahasa Indonesia



No
Judul Buku
Penulis
Ukuran
Tebal
Harga


1
Asal Usul Masyarakat Nias,   Suatu Interpretasi
P. Johannes M. Hämmerle,   OFMCap.
15 x 21 cm
325 halaman, termasuk   beberapa foto-foto, sketsa dan grafik
40.000


2
Catatan tentang Gerakan   “Fa’awösa” di Nias
P. Johannes M. Hämmerle,   OFMCap.
13,5 x 20 cm
85 halaman, termasuk   beberapa foto-foto, sketsa dan grafik
25.000


3
Obat Tradisional Nias, [...]]]></description>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=1059</link>
			</item>
	<item>
		<title>Johannes Hammerle: Uncovering the mysterious past</title>
		<description><![CDATA[Duncan Graham, Contributor, Nias &#124; Wed, 08/18/2010
Wanted: A university with a strong commitment to anthropology and  archaeology, or a passionate philanthropist with similar interests.
The task: To build on existing scholarly research and maintain an  outstanding collection of artefacts, thereby preserving records of a  mysterious past and its unique treasures.
The reward: International acclaim.
Last [...]]]></description>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=1050</link>
			</item>
	<item>
		<title>Kalender Kebudayaan Nias 2011</title>
		<description><![CDATA[Walaupun kita masih berada di tahun 2010, namun kita juga perlu memandang ke depan khususnya ke tahun berikutnya, yaitu tahun 2011. Dalam rangka menyongsong tahun 2011 ini, Museum Pusaka Nias telah merencanakan promosi kebudayaan masyarakat Nias melalui pembuatan Kalender Kebudayaan Nias 2011. Kalender ini bertema: TANÖ NIHA Berlimpah Kekayaan Budaya dan Kesenian.
Kalender ini telah didesign [...]]]></description>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=1035</link>
			</item>
	<item>
		<title>Megalit di Öri Huruna &#8211; Kecamatan Lölöwa’u Merintih Karena Terabaikan</title>
		<description><![CDATA[Oleh: Arozanolo Gulö
Siapa menyangka bahwa Öri Huruna, Kecamatan Lölöwa’u, masih menyimpan warisan leluhur yang tiada ternilai harganya. Warisan berharga itu dapat dilihat di Desa Olayama (tepatnya di Dusun Hili’ana’a dan Hilibadalu) dan di Desa Bitaha Soliga (Dusun Bitaha). Batu-batu megalit yang ada di ketiga lokasi itu  (Hili’ana’a, Hilibadalu dan Bitaha) merupakan saksi-saksi sejarah yang mengekspresikan [...]]]></description>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=1018</link>
			</item>
	<item>
		<title>Komite III DPD-RI Beri Masukkan RUU Cagar Budaya</title>
		<description><![CDATA[Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD)-RI akan memberikan masukkan tertulis untuk Rancangan Undang-Undang (RUU) Cagar Budaya yang kini segera memasuki tahap pembahasan intensif di tingkat Panitia Kerja (Panja) DPR untuk  RUU Cagar Budaya.
&#8220;Komite III DPD-RI akan memberikan masukkan tertulis untuk RUU Cagar Budaya kepada  Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata,&#8221; kata Sulistyo, Ketua Komite III DPD-RI ketika [...]]]></description>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=1013</link>
			</item>
	<item>
		<title>Melestarikan Warisan Leluhur</title>
		<description><![CDATA[Sejak Museum Pusaka Nias (MPN) berdiri tahun 1991, museum ini telah berupaya mengembangkan pengetahuan, kearifan dan nilai – nilai budaya Nias yang masih ada. Salah satu upaya yang sudah dan terus dilakukan oleh MPN ialah membudidayakan dan mengelola beberapa tanaman obat tradisional menjadi obat – obat herbal (herbal medicine). Untuk menunjang kegiatan ini, telah diadakan [...]]]></description>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=1000</link>
			</item>
	<item>
		<title>Newsletter Juni 2010</title>
		<description><![CDATA[Der Firstbalken konnte am 29.April 2010 eingesetzt werden. Nach der alten Sitte wurde ein kleines Loch im Firstbalken vom Boli-Baum nach oben hin offen gelassen, damit im Haus Glück und Erfolg Einzug halten können. Lesen Sie mehr in PDF-Form.

]]></description>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=990</link>
			</item>
	<item>
		<title>City Tour of Gunungsitoli</title>
		<description><![CDATA[
Text and photo: Tikwan Raya Siregar
After descending from the Merpati Nusantara Airlines flight on the 30th of April 2010, I was invited to the Bandara Binaka VIP Room. The Director of the Malaysian Tourism Promotion Board in Medan, Noor Azman Samsudin, and the Consulate General of the USA, Stanley Harsha, were going to be there [...]]]></description>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=973</link>
			</item>
	<item>
		<title>Hoe een bijdrage te leveren aan de toekomst  van het Nias-ErfgoedMuseum</title>
		<description><![CDATA[Vanaf het leggen van de eerste steen van het hoofdgebouw voor het Nias-ErfgoedMuseum op 10 november 1995 lukt het om stap voor stap alles in orde te krijgen. De gebouwen als materieel nood-zakelijke basisvoorziening worden voortdurend beter afgewerkt. Zo is ook het hoofdprogramma: het organiseren van de vaste collectie als middel tot studie van de [...]]]></description>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=906</link>
			</item>
	<item>
		<title>Johannes Maria, Pastor yang Berjuang Menghidupi Museum Nias</title>
		<description><![CDATA[Tak Rela Benda-Benda Pusaka Dijual ke Luar Pulau
PASTOR Johannes Maria Hammerle OFMCap diakui masyarakat Nias jauh lebih Nias dibanding warga Nias. Agamawan asal Jerman itu bahkan termasuk budayawan paling berpengaruh di pulau tersebut. Kini, banyak kalangan di Nias yang mulai resah seiring kerapnya pastor 69 tahun itu sakit.
 &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;
SUGENG SULAKSONO, Gunungsitoli
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;

Pada 12 Mei 2010, para [...]]]></description>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=931</link>
			</item>
	<item>
		<title>Menguak Roh Pemikat Suatu Situs</title>
		<description><![CDATA[Di bawah ini, Nata&#8217;alui Duha menulis sebuah artikel berjudul &#8220;Menguak Roh Pemikat Suatu Situs&#8220;. Judul ini seolah mengajak kita untuk mengingat teori dualisme dalam dunia filsafat. Dalam dunia filsafat, pemikiran dualisme ini dikenal sejak zaman Plato dan Aristoteles dan kemudian diikuti serta dikembangkan oleh beberapa filsuf mazhab sesudahnya. Dalam pandangan dualisme dikatakan bahwa terdapat dua [...]]]></description>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=891</link>
			</item>
	<item>
		<title>Toenggoel P. Siagian, The First Help Giver to the Nias Museum from Indonesia</title>
		<description><![CDATA[The support to manage and develop the Nias Heritage Museum  is not coming from Niasans, but from a Batakness Toenggoel P. Siagian. This modest guy lives in Jakarta. Since 1994, he starts with funding 3 young men from Nias to study at University in Jakarta and then he sends them back to Nias after finishing [...]]]></description>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=876</link>
			</item>
	<item>
		<title>Kapolda Sumut Mengunjungi MPN</title>
		<description><![CDATA[Selasa, 8 Juni 2010,  Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Drs. Oegroseno, mengunjungi Museum Pusaka Nias (MPN). Kedatangannya di MPN ini langsung disambut oleh Direktur MPN, P. Johannes Hämmerle OFMCap, serta seluruh staf MPN.
Setibanya di MPN, Kapolda Sumut yang didampingi oleh Kapolres Nias dan Wakapolres Nias, langsung diantar oleh Direktur MPN untuk melihat benda-benda berharga yang [...]]]></description>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=867</link>
			</item>
	<item>
		<title>The Golden Pig</title>
		<description><![CDATA[Video ini merupakan film dokumenter tentang P. Nias, yang dibuat oleh Joel Peterson. Cukup menarik mengikuti isi video ini. Pada bagian awal ditampilkan legenda tentang &#8220;Babi Emas&#8221; (The Golden Pig). Konon, adalah seekor babi di Nias. Babi ini bukanlah sembarang babi, berbeda dengan babi lain. Keunikan babi ini terletak pada kotorannya. Setiap kali dia mengeluarkan [...]]]></description>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=858</link>
			</item>
	<item>
		<title>Upaya MPN Melayani Kebutuhan Masyarakat</title>
		<description><![CDATA[Ketika kita mendengar kata “Museum”, kita barangkali langsung berpikir dan membayangkan suatu lokasi tempat penyimpanan artefak-artefak. Pikiran kita langsung membentuk sebuah gambaran seolah-olah museum hanyalah suatu tempat penyimpanan benda-benda langka, sehingga terkesan angker. Karena pemikiran seperti ini, bukan tidak mungkin bahwa orang segan atau bahkan takut mengunjungi museum. Pemikiran seperti ini tentu saja tidak semuanya [...]]]></description>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=840</link>
			</item>
	<item>
		<title>Kunjungan Miss Indonesia 2009</title>
		<description><![CDATA[Senyum indah dan ramah menghiasi bibirnya. Tangan kanannya tidak segan menyambut setiap uluran tangan dari orang-orang yang ingin menjabat tangannya. Demikianlah kesan yang tampak dari sosok seorang Putri Indonesia (Miss Indonesia 2009), Karenina S. Halim, ketika ia berkunjung di Museum Pusaka Nias (MPN) tanggal 22 Mei 2010.
Kunjungannya ke MPN merupakan salah satu agenda yang sudah [...]]]></description>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=922</link>
			</item>
	<item>
		<title>Newsletter Maerz 2010</title>
		<description><![CDATA[Die grösste BOLA NAFO Betelnusstasche der Welt!
Festival im Museum Pusaka Nias &#8230;Weiter lesen » 528 kb.
]]></description>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=834</link>
			</item>
	<item>
		<title>Bagaimana Museum Pusaka Nias menyambung nyawa?</title>
		<description><![CDATA[Para pengunjung Museum Pusaka Nias yang budiman, dalam posting ini kami lampirkan file  &#8221;Bagaimana menyambung hidup Museum Nias&#8220;, dalam format pdf flash.
Selamat membaca.

]]></description>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=823</link>
			</item>
	<item>
		<title>Pameran BOLA NAFO RAKSASA</title>
		<description><![CDATA[Kantong sirih raksasa ’Bola Nafo Sebua’ berukuran; lebar 3 m x  3,5 m (tinggi), yang dianyam oleh  lima orang seniwati dari Mandrehe Nias Barat telah dipamerkan di Museum Pusaka Nias sejak 20 Pebruari 2010. Upacara pembukaan pameran didahului dengan perarakan Bola Nafo Raksasa oleh seluruh jajaran manajemen Caritas Keuskupan Sibolga yang dipimpin oleh Pastor Mikael [...]]]></description>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=796</link>
			</item>
	<item>
		<title>Famadaya Saembu dan Famadaya Harimao</title>
		<description><![CDATA[Famadaya Saembu dan Famadaya Harimao Pada Pesta Budaya Nias Selatan
Oleh: Nata’alui Duha
Pada Pesta Budaya I Kabupaten Nias yang diselenggarakan di lapangan Orurusa, Kecamatan Telukdalam pada tanggal 7-8 Nopember 2009, terdapat beberapa pertunjukan yang manarik. Diantaranya prosesi patung harimau Famadaya Harimao, ditampilkan oleh Kecamatan Maniamölö yang diwakili oleh Desa Hilisimaetanö. Sedangkan Famadaya Saembu ditampilkan oleh kontingen [...]]]></description>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=793</link>
			</item>
</channel>
</rss>
