<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Museum Pusaka Nias</title>
	<atom:link href="http://www.museum.pusaka-nias.org/?feed=comments-rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.museum.pusaka-nias.org</link>
	<description>Museum of Nias Heritage</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Aug 2010 11:12:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on City Tour of Gunungsitoli by syamsul rizki</title>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=973&#038;cpage=1#comment-355</link>
		<dc:creator>syamsul rizki</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 11:12:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=973#comment-355</guid>
		<description>what a great island.. Nias Island is so beautyland. keep nice and develop the tourism.. YA&#039;AHOWU</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>what a great island.. Nias Island is so beautyland. keep nice and develop the tourism.. YA&#8217;AHOWU</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Situs Megalitik Bitaha, Desa Olayama Kec. Lölöwa’u, Kab. Nias Selatan by Hibur Halawa</title>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=424&#038;cpage=1#comment-354</link>
		<dc:creator>Hibur Halawa</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 06:55:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.museum-nias.org/?p=424#comment-354</guid>
		<description>marga HO menjadi Halawa...........berarti Halawa keturuna China?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>marga HO menjadi Halawa&#8230;&#8230;&#8230;..berarti Halawa keturuna China?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Buku Tamu by Agus Paterson Sarumaha</title>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=11&#038;cpage=1#comment-352</link>
		<dc:creator>Agus Paterson Sarumaha</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 02:12:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://museum-nias.org/?p=11#comment-352</guid>
		<description>Museum Pusaka Nias sungguh merupakan satu kebanggaan yang kita miliki di Tano Niha tercinta. Betapa tidak, museum ini sangat kaya pembelajaran tentang warisan budaya leluhur Nias, kepedulian kita terhadap benda-benda bersejarah ini harusnya lebih besar, karena disinilah kita lebih mengenal identitas insan Nias. Bahkan patut kita berbangga hati serta hormat, seorang pastor yang bernama Pastor Johannes M. Hammerle mendedikasikan hidupnya dalam pembangunan museum, sebagai penulis sejarah asal-usul orang nias yang dihimpun dari mite dan mitos yang ada. Sebaga insan Nias, tentu kita harus dukung Museum Pusaka Nias supaya tetap exist dimata masyarakat Nias, di Indonesia, maupun dimata Dunia. Sekecil apapun bentuk pastisipasi kita sangat diperlukan untuk memelihara keberadaannya. Oleh sebab itu, saya coba memberi usulan sederhana, bahwa content yang ada di Web MPN ini di Plugg-in kolom Donor dalam beberapa bahasa, yang dapat diregistrasi baik secara personal maupun institusi/kelompok masyarakat. Di infokan siapa saja donor yang sudah ada, ini mungkin bisa menggerakkan kita untuk berpartisipasi dalam memelihara museum. Semoga MPN dapat menggali lagi, serta mengumpulkan benda-benda sejarah nias yang memang sudah banyak tersebar diberbagai penjuru dunia.

Saohagolo / Terimakasih / Thank you / suksma / nihaoma / adios / arigato
Agus Paterson Sarumaha</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Museum Pusaka Nias sungguh merupakan satu kebanggaan yang kita miliki di Tano Niha tercinta. Betapa tidak, museum ini sangat kaya pembelajaran tentang warisan budaya leluhur Nias, kepedulian kita terhadap benda-benda bersejarah ini harusnya lebih besar, karena disinilah kita lebih mengenal identitas insan Nias. Bahkan patut kita berbangga hati serta hormat, seorang pastor yang bernama Pastor Johannes M. Hammerle mendedikasikan hidupnya dalam pembangunan museum, sebagai penulis sejarah asal-usul orang nias yang dihimpun dari mite dan mitos yang ada. Sebaga insan Nias, tentu kita harus dukung Museum Pusaka Nias supaya tetap exist dimata masyarakat Nias, di Indonesia, maupun dimata Dunia. Sekecil apapun bentuk pastisipasi kita sangat diperlukan untuk memelihara keberadaannya. Oleh sebab itu, saya coba memberi usulan sederhana, bahwa content yang ada di Web MPN ini di Plugg-in kolom Donor dalam beberapa bahasa, yang dapat diregistrasi baik secara personal maupun institusi/kelompok masyarakat. Di infokan siapa saja donor yang sudah ada, ini mungkin bisa menggerakkan kita untuk berpartisipasi dalam memelihara museum. Semoga MPN dapat menggali lagi, serta mengumpulkan benda-benda sejarah nias yang memang sudah banyak tersebar diberbagai penjuru dunia.</p>
<p>Saohagolo / Terimakasih / Thank you / suksma / nihaoma / adios / arigato<br />
Agus Paterson Sarumaha</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Buku Tamu by Admin</title>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=11&#038;cpage=1#comment-351</link>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 03:59:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://museum-nias.org/?p=11#comment-351</guid>
		<description>Terima kasih banyak Pak Paterson Sarumaha. Betapa senang rasa hati ini kala &#039;rumah&#039; ini dikunjungi oleh para pencintanya. Kami senantiasa berusaha membuat yang terbaik untuk para pengunjung MPN. Namun keinginan baik itu saja terasa tidaklah cukup untuk memelihara dan mengembangkan MPN ini dengan segala warisan budaya leluhur Ono Niha yang ada di dalamnya. Dibutuhkan juga partisipasi dan kepedulian dari semua pihak untuk pengembangannya ini, terutama dari putera/i Tanö Niha.

Perjalanannya memang masih berlanjut, kendatipun tertatih. Dalam ketertatihan itu, masih mampukah ia meneruskan perjalanannya? Sampai kapan? Tentu ini menjadi pertanyaan yang perlu direfleksikan bersama oleh para pencinta Warisan Leluhur Ono Niha.

Dibarengi rasa gembira atas kunjungan Pak Paterson Sarumaha, kami pun menundukkan kepala seraya mengucapkan kata terima kasih banyak. Jangan lupa meluangkan waktu untuk berkunjung ke MPN di masa yang akan datang. Ya&#039;ahowu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih banyak Pak Paterson Sarumaha. Betapa senang rasa hati ini kala &#8216;rumah&#8217; ini dikunjungi oleh para pencintanya. Kami senantiasa berusaha membuat yang terbaik untuk para pengunjung MPN. Namun keinginan baik itu saja terasa tidaklah cukup untuk memelihara dan mengembangkan MPN ini dengan segala warisan budaya leluhur Ono Niha yang ada di dalamnya. Dibutuhkan juga partisipasi dan kepedulian dari semua pihak untuk pengembangannya ini, terutama dari putera/i Tanö Niha.</p>
<p>Perjalanannya memang masih berlanjut, kendatipun tertatih. Dalam ketertatihan itu, masih mampukah ia meneruskan perjalanannya? Sampai kapan? Tentu ini menjadi pertanyaan yang perlu direfleksikan bersama oleh para pencinta Warisan Leluhur Ono Niha.</p>
<p>Dibarengi rasa gembira atas kunjungan Pak Paterson Sarumaha, kami pun menundukkan kepala seraya mengucapkan kata terima kasih banyak. Jangan lupa meluangkan waktu untuk berkunjung ke MPN di masa yang akan datang. Ya&#8217;ahowu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Buku Tamu by Agus Paterson Sarumaha</title>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=11&#038;cpage=1#comment-350</link>
		<dc:creator>Agus Paterson Sarumaha</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 02:03:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://museum-nias.org/?p=11#comment-350</guid>
		<description>Juli tahun 2007, saya berkunjung dua kali ke Museum  Pusaka Nias, pertama saya ingin belajar tentang warisan budaya ono niha, peninggalan situs artefak yang meliputi : Megalith, patung, rumah adat, perlengkapan perang seperti tombak beserta perisai, dan alat2 rumah tangga sehari-hari, tanaman-tanaman langkah yang ada di kepulauan Nias, beberapa fauna, serta buku-buku yang menceritakan hikayat dan kebudayaan Nias. Kunjungan kedua saya ingin membeli buku  tentang famato harimao (pesta yang mengusung harimau) di Nias Selatan, yang  membuat saya kagum adalah fasilitas penunjang Museum Pusaka Nias. Mengintegrasikan museum dengan taman bacaan di bibir pantai, dan juga rekreasi pantai, luar biasa gagasan pastor Pastor Johannes M. Hammerle. Tanpa harus saya pulang ke rumah saudara untuk baca buku yang saya beli, saya memutuskan untuk membacanya di ruang taman bacaannya dengan menikmati hembusan angin pantai yang sejuk, menambah inspirasi dari relung hati terhadap bacaan yang kaya akan budaya keberanian serta kekuatan nenek moyang di era tempo dulu, memberikan kita makna sejatinya dalam mengetahui sejarah panjang leluhur kita. Terima kasih Museum Pusaka Nias telah banyak memberikan pelajaran dan inspirasi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Juli tahun 2007, saya berkunjung dua kali ke Museum  Pusaka Nias, pertama saya ingin belajar tentang warisan budaya ono niha, peninggalan situs artefak yang meliputi : Megalith, patung, rumah adat, perlengkapan perang seperti tombak beserta perisai, dan alat2 rumah tangga sehari-hari, tanaman-tanaman langkah yang ada di kepulauan Nias, beberapa fauna, serta buku-buku yang menceritakan hikayat dan kebudayaan Nias. Kunjungan kedua saya ingin membeli buku  tentang famato harimao (pesta yang mengusung harimau) di Nias Selatan, yang  membuat saya kagum adalah fasilitas penunjang Museum Pusaka Nias. Mengintegrasikan museum dengan taman bacaan di bibir pantai, dan juga rekreasi pantai, luar biasa gagasan pastor Pastor Johannes M. Hammerle. Tanpa harus saya pulang ke rumah saudara untuk baca buku yang saya beli, saya memutuskan untuk membacanya di ruang taman bacaannya dengan menikmati hembusan angin pantai yang sejuk, menambah inspirasi dari relung hati terhadap bacaan yang kaya akan budaya keberanian serta kekuatan nenek moyang di era tempo dulu, memberikan kita makna sejatinya dalam mengetahui sejarah panjang leluhur kita. Terima kasih Museum Pusaka Nias telah banyak memberikan pelajaran dan inspirasi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Melestarikan Warisan Leluhur by Admin</title>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=1000&#038;cpage=1#comment-349</link>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 02:24:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=1000#comment-349</guid>
		<description>To Sumana,
Thank you very much for your visit. We are very happy if many people want to know the culture of Nias and love many things about Nias

In connection with your request, regarding the articles about the culture of Nias, including history articles, we actually have in this web posting. Nevertheless, we will continue to try to write all of the things related to the culture of Nias, including writings on Nias paper money emergency. Be patient waiting for our writings, ok!

Thank you very much for your visit, especially for your suggestions. 

Fraternal Greetings

Admin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>To Sumana,<br />
Thank you very much for your visit. We are very happy if many people want to know the culture of Nias and love many things about Nias</p>
<p>In connection with your request, regarding the articles about the culture of Nias, including history articles, we actually have in this web posting. Nevertheless, we will continue to try to write all of the things related to the culture of Nias, including writings on Nias paper money emergency. Be patient waiting for our writings, ok!</p>
<p>Thank you very much for your visit, especially for your suggestions. </p>
<p>Fraternal Greetings</p>
<p>Admin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Melestarikan Warisan Leluhur by a.a.sumana</title>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=1000&#038;cpage=1#comment-348</link>
		<dc:creator>a.a.sumana</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 01:30:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=1000#comment-348</guid>
		<description>More article on Nias please,esp.culture,history,languages(words)etc.Do you know about Nias emergency papermoney (called Oeang Republik Indonesia kabupaten Nias),issued by Bupati PR.Telaumbanua ?.I need the story for documentation.Yahowu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>More article on Nias please,esp.culture,history,languages(words)etc.Do you know about Nias emergency papermoney (called Oeang Republik Indonesia kabupaten Nias),issued by Bupati PR.Telaumbanua ?.I need the story for documentation.Yahowu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Buku Tamu by Isar Laoli</title>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=11&#038;cpage=1#comment-345</link>
		<dc:creator>Isar Laoli</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 06:59:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://museum-nias.org/?p=11#comment-345</guid>
		<description>Yaahowu......
Saya bersyukur ada orang yang punya hati yang luar biasa untuk Nias, dengan kerja keras dan semangat yang besar, akhirnya kita bisa melihat dan menyaksikan sejarah dan segala macam artefak yang dimiliki oleh Nias di zaman dahulu kala.
Terimakasih untuk Pak Johannes, panjang umur dan tetap sehat, Tuhan memberkati.
Saohagolo</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yaahowu&#8230;&#8230;<br />
Saya bersyukur ada orang yang punya hati yang luar biasa untuk Nias, dengan kerja keras dan semangat yang besar, akhirnya kita bisa melihat dan menyaksikan sejarah dan segala macam artefak yang dimiliki oleh Nias di zaman dahulu kala.<br />
Terimakasih untuk Pak Johannes, panjang umur dan tetap sehat, Tuhan memberkati.<br />
Saohagolo</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Johannes Maria, Pastor yang Berjuang Menghidupi Museum Nias by EDUAR BAENE, SE, MS.i</title>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=931&#038;cpage=1#comment-342</link>
		<dc:creator>EDUAR BAENE, SE, MS.i</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 10:43:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=931#comment-342</guid>
		<description>saya sangt prihatin dengn ap yg sy bca di bebrpa media wktu lalu mengnai beberapa koleksi museum Nias,,,ap yg d lakukn olh Pastur Johannes Maria Harmmerle, OFMCap,mngjarkn kpd kita bgmn membudayakn budaya kita agr kita jgn terllu trbwa arus dgn khdupn medernisasi,kita blh mengikuti perkmbangn khidupn mdernisasi tp qt tdk blh mengglkn sbuah historis yg hrus terus mnerus dilakukn,di jaga&amp;dipelihara.sy dpt mmahami mngapa adnya khancuran budaya&amp;Museum nias tidak lain krn adany beberp faktor yg pertama: kurngnya pemahaman warga kita tentang pentingya mnjga&amp; memelihara budaya,museum nias. untuk kpntingan ank&amp;cucu generasi penerus.kedua;karena adanya dorongan bisnis untuk mndapatkn pnghasilan.ketiga:kurangnya perhatian pemerintah daerah dlm melakukan pelestarian budaya nias,hal ini krn terlenanya pemerintah dlm ksbukan merebut kkuasaan,sehngga lndasan2 dlm pmbangunan daerh terlupakan...saya mlihat sistem pmbangunan yg dlksanakn olh pmerintah hnya fkous pd pmbangunan fisik saja,smentara yg lainya terlpakan klo udh jd bgtu lama-klmaan Nias nanti mu jd ap?pemerintah kita sharusnya blajar dr daerh lain apa&amp;bgmn mlakukn pmbngun trhdp msyarakatnya,untuk mjaga&amp;melestarian budaya&amp;museum nias,pemerintah harus menyediakan APBD,dan melakukan pembinaan kpd msyarakat di desa-desa, kita tau skarang sudah banyak yang tidak peduli dgn budya Nias.,sesuai dgn prnyataan mantan Wakil Bupati Nias Agus Mendrofa untuk muatan lokal dalam pendidikan bagi pelajar di Nias perlu ditambah agar kecintaan terhadap budaya daerah juga meningkat.mnurut sya blh sja hal itu di lakukan ttp tu krang efktif &amp;hany tu mrupakan bagian lainya, yg terpnting mlakukan pmbinaan kpd msyarakt di desa2 dgn mnggerakkn aparat&amp;pengurus desa(RT,RW,kepala desa,LSM,Dll).sy rsa sistem ini lbh efektif dan lbh cpt mngangat Museum di Nias sudah dlm keadaan krisis.
smoga hal ini bs d laksanakan dan didengarkan......jgn smpai org luar yg lbh pduli dan lbh tau budaya Nias drpd Qt sndiri.,Tuhan memberkati....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sangt prihatin dengn ap yg sy bca di bebrpa media wktu lalu mengnai beberapa koleksi museum Nias,,,ap yg d lakukn olh Pastur Johannes Maria Harmmerle, OFMCap,mngjarkn kpd kita bgmn membudayakn budaya kita agr kita jgn terllu trbwa arus dgn khdupn medernisasi,kita blh mengikuti perkmbangn khidupn mdernisasi tp qt tdk blh mengglkn sbuah historis yg hrus terus mnerus dilakukn,di jaga&amp;dipelihara.sy dpt mmahami mngapa adnya khancuran budaya&amp;Museum nias tidak lain krn adany beberp faktor yg pertama: kurngnya pemahaman warga kita tentang pentingya mnjga&amp; memelihara budaya,museum nias. untuk kpntingan ank&amp;cucu generasi penerus.kedua;karena adanya dorongan bisnis untuk mndapatkn pnghasilan.ketiga:kurangnya perhatian pemerintah daerah dlm melakukan pelestarian budaya nias,hal ini krn terlenanya pemerintah dlm ksbukan merebut kkuasaan,sehngga lndasan2 dlm pmbangunan daerh terlupakan&#8230;saya mlihat sistem pmbangunan yg dlksanakn olh pmerintah hnya fkous pd pmbangunan fisik saja,smentara yg lainya terlpakan klo udh jd bgtu lama-klmaan Nias nanti mu jd ap?pemerintah kita sharusnya blajar dr daerh lain apa&amp;bgmn mlakukn pmbngun trhdp msyarakatnya,untuk mjaga&amp;melestarian budaya&amp;museum nias,pemerintah harus menyediakan APBD,dan melakukan pembinaan kpd msyarakat di desa-desa, kita tau skarang sudah banyak yang tidak peduli dgn budya Nias.,sesuai dgn prnyataan mantan Wakil Bupati Nias Agus Mendrofa untuk muatan lokal dalam pendidikan bagi pelajar di Nias perlu ditambah agar kecintaan terhadap budaya daerah juga meningkat.mnurut sya blh sja hal itu di lakukan ttp tu krang efktif &amp;hany tu mrupakan bagian lainya, yg terpnting mlakukan pmbinaan kpd msyarakt di desa2 dgn mnggerakkn aparat&amp;pengurus desa(RT,RW,kepala desa,LSM,Dll).sy rsa sistem ini lbh efektif dan lbh cpt mngangat Museum di Nias sudah dlm keadaan krisis.<br />
smoga hal ini bs d laksanakan dan didengarkan&#8230;&#8230;jgn smpai org luar yg lbh pduli dan lbh tau budaya Nias drpd Qt sndiri.,Tuhan memberkati&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Gowe Sibatua &#8220;Tumba Ana&#8217;a&#8221;- Milik Siapa? by samson sinaga</title>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=647&#038;cpage=1#comment-341</link>
		<dc:creator>samson sinaga</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 15:37:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.museum-nias.org/?p=647#comment-341</guid>
		<description>saya sangat bangga akan budaya NIAS.
anak muda NIAS ayo bangun tanah kalian menjadi LAND OF PARADISE.
kalian pastibisa,sbb kalian punya materinya,
1.pantai sorake,pantai yg memikat
2.hombobatu yang menunjukkan keperkasaan
3tradisional house,yang megah

 dan perlu sobat muda tau,tanah kalian adalah tanah yang mempunyai kebudayaan MEGALITIKUM paling lestari di dunia.
dan bila perlu buat agenda wisata tahunan semacam &quot;VISIT NIAS&quot;
usulkan pada pemerintah,toh NIAS pantas kok.
dan barangkali lebih berhasil ketimbang agenda wisata daerah lain.dan.....bila terealisasi ditunggu undandannya ya.....
sebab aku sangat cinta NIAS,dan selalu pingin kesana,tapi selalu gagal karena masalah transportasi.
TUHAN MEMBERKATI KITA.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sangat bangga akan budaya NIAS.<br />
anak muda NIAS ayo bangun tanah kalian menjadi LAND OF PARADISE.<br />
kalian pastibisa,sbb kalian punya materinya,<br />
1.pantai sorake,pantai yg memikat<br />
2.hombobatu yang menunjukkan keperkasaan<br />
3tradisional house,yang megah</p>
<p> dan perlu sobat muda tau,tanah kalian adalah tanah yang mempunyai kebudayaan MEGALITIKUM paling lestari di dunia.<br />
dan bila perlu buat agenda wisata tahunan semacam &#8220;VISIT NIAS&#8221;<br />
usulkan pada pemerintah,toh NIAS pantas kok.<br />
dan barangkali lebih berhasil ketimbang agenda wisata daerah lain.dan&#8230;..bila terealisasi ditunggu undandannya ya&#8230;..<br />
sebab aku sangat cinta NIAS,dan selalu pingin kesana,tapi selalu gagal karena masalah transportasi.<br />
TUHAN MEMBERKATI KITA.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Uli Danö Saukhu dan Disain Nias yang Serba Tergantung by soni lase</title>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=423&#038;cpage=1#comment-339</link>
		<dc:creator>soni lase</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jun 2010 03:29:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.museum-nias.org/?p=423#comment-339</guid>
		<description>saya sangat setuju dengan hal tersebut, selain utk mempertahankan budaya juga memberitahukan pada dunia bahwa nias memiliki citra yang sangat perlu dicontoh dalam pembangunan.
saya harap orang nias dimana pun berada harus memperhatikan hal tersebut.
bersama-sama membangun nias tercinta.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sangat setuju dengan hal tersebut, selain utk mempertahankan budaya juga memberitahukan pada dunia bahwa nias memiliki citra yang sangat perlu dicontoh dalam pembangunan.<br />
saya harap orang nias dimana pun berada harus memperhatikan hal tersebut.<br />
bersama-sama membangun nias tercinta.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Buku Tamu by Pdt.Petrus Rudi</title>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=11&#038;cpage=1#comment-338</link>
		<dc:creator>Pdt.Petrus Rudi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jun 2010 11:32:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://museum-nias.org/?p=11#comment-338</guid>
		<description>Dengan website nya Yayasan Pusaka Nias ini, membuat saya lebih mengenal tentang P.Nias yang sejak dulu &#039;cuma&#039; dengar ceritanya, terima kasih atas informasi nya dan saya sangat percaya bahwa suatu saat nanti (waktunya Tuhan) saya bisa mengunjungi P.Nias dan bertemu dengan Pastor Johannes M. Hammerle, salam dari &#039;s-Gravenhage, Nederland. Pdt.Petrus Rudi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan website nya Yayasan Pusaka Nias ini, membuat saya lebih mengenal tentang P.Nias yang sejak dulu &#8216;cuma&#8217; dengar ceritanya, terima kasih atas informasi nya dan saya sangat percaya bahwa suatu saat nanti (waktunya Tuhan) saya bisa mengunjungi P.Nias dan bertemu dengan Pastor Johannes M. Hammerle, salam dari &#8217;s-Gravenhage, Nederland. Pdt.Petrus Rudi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Buku Tamu by Dharma</title>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=11&#038;cpage=1#comment-337</link>
		<dc:creator>Dharma</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jun 2010 08:22:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://museum-nias.org/?p=11#comment-337</guid>
		<description>Saya yang jauh dari tanah nias merasa dekat ketika ada banyak informasi, utamanya dari Museum Pusaka Nias sangat menolong saya.Terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya yang jauh dari tanah nias merasa dekat ketika ada banyak informasi, utamanya dari Museum Pusaka Nias sangat menolong saya.Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Gowe Sibatua &#8220;Tumba Ana&#8217;a&#8221;- Milik Siapa? by mattnias</title>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=647&#038;cpage=1#comment-333</link>
		<dc:creator>mattnias</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 07:00:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.museum-nias.org/?p=647#comment-333</guid>
		<description>Gowe tersebut milik saya, milik anda, milik kita semua....oleh karena itu kita harus menjaga dan merawatnya, karena itu merupakan warisan budaya Nias yang tidak ternilai harganya. Saohagôlô</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Gowe tersebut milik saya, milik anda, milik kita semua&#8230;.oleh karena itu kita harus menjaga dan merawatnya, karena itu merupakan warisan budaya Nias yang tidak ternilai harganya. Saohagôlô</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Buku Tamu by mattnias</title>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=11&#038;cpage=1#comment-332</link>
		<dc:creator>mattnias</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 06:51:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://museum-nias.org/?p=11#comment-332</guid>
		<description>Sukses buat museum Pusaka Nias :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sukses buat museum Pusaka Nias <img src='http://www.museum.pusaka-nias.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Gowe Sibatua &#8220;Tumba Ana&#8217;a&#8221;- Milik Siapa? by rana sause</title>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=647&#038;cpage=1#comment-327</link>
		<dc:creator>rana sause</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 07:08:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.museum-nias.org/?p=647#comment-327</guid>
		<description>menurut saya benda bersejarah tsb harus segera ditangani dan dilindungi karena patung tsb memiliki proses sejarah..
saya ingin mengetahui lebih lanjut mengenai cerita sakti patung itu..
tolong bagi dinas kebudayaan segera memperhatikan benda-benda bersejarah yang ada..
thx  ..




antropologi UNPAD &#039;09</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menurut saya benda bersejarah tsb harus segera ditangani dan dilindungi karena patung tsb memiliki proses sejarah..<br />
saya ingin mengetahui lebih lanjut mengenai cerita sakti patung itu..<br />
tolong bagi dinas kebudayaan segera memperhatikan benda-benda bersejarah yang ada..<br />
thx  ..</p>
<p>antropologi UNPAD &#8216;09</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Gowe Sibatua &#8220;Tumba Ana&#8217;a&#8221;- Milik Siapa? by ian</title>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=647&#038;cpage=1#comment-315</link>
		<dc:creator>ian</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 02:28:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.museum-nias.org/?p=647#comment-315</guid>
		<description>baiknya patung tersebut di museumkan sj sly bs sj patung tu di curi lg oleh pihak2 yg tdk brtnggjwb... thanks</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>baiknya patung tersebut di museumkan sj sly bs sj patung tu di curi lg oleh pihak2 yg tdk brtnggjwb&#8230; thanks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Nias Language by Maya</title>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=248&#038;cpage=1#comment-314</link>
		<dc:creator>Maya</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 17:00:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://museum-nias.org/?p=248#comment-314</guid>
		<description>This is the place where my ancestor was borned! A little boy (3 years) was captured by Dutch seamen from the Dutch Eastindia Company... a Swedish captain bought him free and took him to Sweden, where he was brought up as a family member! I&#039;m the 6th generation - nobody know is original name, he got his christian name Johan Pehr Gustav, his surname was Philander (from Philandros.
A grandchild to Pehr moved to the northern Sweden and he got a daughter... and she married my grand-grandfather... so now I have come to know that I have a litte drop of Indonesian blood in my veins!My mother is 90 years, and she is the last living daughter to our &quot;Nias&quot;-grandmother... I&#039;m 62!
Thanks for some ver good background information about Nias!
Maya Hedberg, Sweden</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>This is the place where my ancestor was borned! A little boy (3 years) was captured by Dutch seamen from the Dutch Eastindia Company&#8230; a Swedish captain bought him free and took him to Sweden, where he was brought up as a family member! I&#8217;m the 6th generation &#8211; nobody know is original name, he got his christian name Johan Pehr Gustav, his surname was Philander (from Philandros.<br />
A grandchild to Pehr moved to the northern Sweden and he got a daughter&#8230; and she married my grand-grandfather&#8230; so now I have come to know that I have a litte drop of Indonesian blood in my veins!My mother is 90 years, and she is the last living daughter to our &#8220;Nias&#8221;-grandmother&#8230; I&#8217;m 62!<br />
Thanks for some ver good background information about Nias!<br />
Maya Hedberg, Sweden</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Gender: Perempuan = Laki-laki ? by Bartolmeus Baloni BLL</title>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=236&#038;cpage=1#comment-312</link>
		<dc:creator>Bartolmeus Baloni BLL</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 04:54:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://museum-nias.org/?p=236#comment-312</guid>
		<description>Saya seorng suku nias,sesungguhnya pendapat-pendapat seperti yang di atas memang sering terjadi di nias,tapi tidak semua melakukan hal seperti itu.Karena sudah banyak para orang tua yang sadar bahwa sebenarnya anak perempuan itu harus juga mempunyain kedudukan yang sama dengan anak laki-laki,terutama di bidang pendidikan.Oleh sebab itu saya menghimbau para orang tua yang masih berpikiran tidak baik tentang status anak perempuannya,agar menyamakan status anak laki-laki dan perempuan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya seorng suku nias,sesungguhnya pendapat-pendapat seperti yang di atas memang sering terjadi di nias,tapi tidak semua melakukan hal seperti itu.Karena sudah banyak para orang tua yang sadar bahwa sebenarnya anak perempuan itu harus juga mempunyain kedudukan yang sama dengan anak laki-laki,terutama di bidang pendidikan.Oleh sebab itu saya menghimbau para orang tua yang masih berpikiran tidak baik tentang status anak perempuannya,agar menyamakan status anak laki-laki dan perempuan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Patung La’ia Menurut E.E.W.Gs. Schröder by adu laia</title>
		<link>http://www.museum.pusaka-nias.org/?p=415&#038;cpage=1#comment-311</link>
		<dc:creator>adu laia</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 12:15:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.museum-nias.org/?p=415#comment-311</guid>
		<description>Yaahowu.

Terimakasih bnyak kedapa redaksi yg telah memuat sejarah marga laia.Sekrang aku baru ngerti kl marga saya sebenarnya berasal dari kata la&#039;iana.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yaahowu.</p>
<p>Terimakasih bnyak kedapa redaksi yg telah memuat sejarah marga laia.Sekrang aku baru ngerti kl marga saya sebenarnya berasal dari kata la&#8217;iana.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
