Kalender Kebudayaan Nias 2011

August 18, 2010 by Frans R. Zai  
Filed under Artikel, Budaya, Buku & Publikasi

Walaupun kita masih berada di tahun 2010, namun kita juga perlu memandang ke depan khususnya ke tahun berikutnya, yaitu tahun 2011. Dalam rangka menyongsong tahun 2011 ini, Museum Pusaka Nias telah merencanakan promosi kebudayaan masyarakat Nias melalui pembuatan Kalender Kebudayaan Nias 2011. Kalender ini bertema: TANÖ NIHA Berlimpah Kekayaan Budaya dan Kesenian.

Kalender ini telah didesign sedemikian rupa dengan menampilkan gambar-gambar tentang kebudayaan Ono Niha, antara lain: tari, seni bela diri, obat tradisional, alat musik, batu megalit, Omo Hada, dsb. Gambar-gambar ini dilengkapi dengan beberapa kalimat/seruan ajakan untuk memelihara kebudayaan dan tradisi para leluhur Ono Niha. Perpaduan gambar dan kalimat tersebut membuat kalender ini “berbicara” kepada orang-orang yang melihatnya.

Leluhur masyarakat Nias juga mengenal perhitungan waktu berdasarkan posisi/bentuk bulan. Karena itu, masyarakat Nias juga mempunyai sebutan-sebutan waktu berdasarkan letak/bentuk bulan tersebut, yakni antara lain: d(t)ohare, tesa’a, tuli, dst. Dalam Kalender Kebudayaan Nias ini, hal itu tampak dalam bentuk gambar bulan: Bulan Penuh (purnama), Bulan Setengah (mulai hilang), Bulan Hilang atau Ilumö’ö, Bulan Setengah (mulai muncul).

Banyak hal yang mau diungkapkan dengan Kelender ini. Bila anda ingin mengetahui lebih lanjut dan ingin memesan Kalender Kebudayaan Nias ini, silahkan langsung menghubungi kami (lihat halaman Contact di atas).

Adapun spesifikasi kalender ini adalah, sbb:

Ukuran : 29.7 X 42 Cm
Jlh Hal Cover : 1 Lbr; Cetak 4/0
Jlh Hal Isi : 6 Lbr; Cetak 4/4
Jilid : Spiral + Pakai Gantungan Besi
Jenis Kertas : AP 120 Gr

Popularity: 4% [?]

Melestarikan Warisan Leluhur

July 5, 2010 by Frans R. Zai  
Filed under Artikel, Budaya, Buku & Publikasi

Buku yang sudah diterbitkan oleh MPN tentang Obat Tradisional Nias

Sejak Museum Pusaka Nias (MPN) berdiri tahun 1991, museum ini telah berupaya mengembangkan pengetahuan, kearifan dan nilai – nilai budaya Nias yang masih ada. Salah satu upaya yang sudah dan terus dilakukan oleh MPN ialah membudidayakan dan mengelola beberapa tanaman obat tradisional menjadi obat – obat herbal (herbal medicine). Untuk menunjang kegiatan ini, telah diadakan Semiloka ( Seminar & Lokakarya ) Tanaman Obat Tradisional. Pertama: pada 7 Desember 2000; kedua: pada 8 s/d 10 Oktober 2002 dan yang ketiga: pada 26 s/d 29 Januari 2004. Hasil lokakarya ini telah dicetak menjadi satu buku dengan judul : “Obat Tradisional Nias: Manfaat & Teknik Penggunaannya “.

Peningkatan SDM dibidang ini juga telah dilakukan yakni dengan mengutus 3 orang karyawan MPN (Hatima Farasi, Lusia Sutrisni Telaumbanua dan Petrus Gea) ke PT. Martina Berto, sebuah perusahaan (milik Ibu DR. MARTHA TILAAR) yang mengelola tanaman obat menjadi jamu dan kosmetik, pada 15 Maret – 3 April 2004 di Jakarta.

Program lain adalah pengadaan bibit pohon mahoni. Sejak Pebruari 2009 sampai dengan Juni 2010 telah terjual 4.881 polybag bibit mahoni yang tersebar di berbagai daerah seperti Telukdalam, Mandrehe, Alasa, Gidõ, Gunungsitoli, Lahewa, Lõlõmatua, Idanõ Gawo.

Pengadaan atau pembibitan beberapa pohon langka telah dilakukan berkali – kali namun selalu mengalami kegagalan. Salah satu penyebabnya adalah perbedaan habitat,  iklim yang tidak sesuai.

Pengelolaan dan pemanfaatan tanaman obat menjadi obat herbal mengalami peningkatan, terutama tanaman yang telah diolah menjadi bentuk instant seperti temulawak (undre gaza), kunyit (undre manu), jahe (lahia); dan dalam bentuk simplisia seperti herba sambiloto (kanina), racikan mahkota dewa.

Berikut tabel penjualan beberapa obat herbal di depot obat M P N :

No. Uraian Tahun
2005 2006 2007 2008 2009 2010
1. Herba Sambiloto 59 bks 91 bks 112 bks 45 bks 66 bks Sampai Juni, 24 bks
2. Racikan Mahkota dewa 39 bks 79 bks 34 bks 116 bks 102 bks Sampai Juni, 112 bks
3. Kunyit Instan _ _ _ 79 bks 79 bks Sampai Juni, 34 bks
4. Jahe Instan _ _ _ 20 bks 39 bks Sampai Juni, 41 bks
5. Temulawak Instan _ _ _ 122 bks 184 bks Sampai Juni, 100 bks

Tanaman obat yang lain juga tersedia, seperti tapak liman, beluntas, brotowali, ekor kucing, mengkudu, kembang sepatu, jarak pagar, gandarusa, bengle, lempuyang, kecombrang, kejibeling, dll, yang lebih sering di konsumsi dalam keadaan segar. Sementara, beberapa tanaman herba masih belum diketahui penamaannya dalam bahasa Indonesia dan Latin, misalnya sotanga gari, tugala dan boli.

Melalui tulisan ini kita semua berharap agar segala kearifan lokal, dalam aneka bentuknya. dapat terus dipelihara dan diwariskan sepanjang hayat di kandung badan. Dengan itu keseimbangan alam yang telah terganggu dapat tercipta lagi sehingga anak cucu kita pun masih bisa menikmati indahnya alam ini, segarnya udara pagi dan warna – warni sang kembang di taman. (Ditulis dan Dilaporkan Oleh: Lusia Sutrisni Telaumbanua/MPN’07/10).

Popularity: 5% [?]

Tanaman Obat

August 18, 2006 by mpn  
Filed under Buku & Publikasi, Museum

PEMBUDIDAYAAN FLORA NIAS

Salah satu jenis koleksi Museum Pusaka Nias adalah biologika. Museum Pusaka Nias telah mengoleksi Herbarium Nias, mencatat nama, fungsi dan khasiat tumbuh-tumbuhan Nias berdasarkan pengetahuan masyarakat. Selain itu Museum Pusaka Nias juga membudidayakan tanaman/tumbuhan berkhasiat obat tradisional Nias.Untuk mensosialisasikan pembudidayaan tanaman obat tradisional Nias kepada masyarakat luas, pada bulan Desember 2000 Museum Pusaka Nias menyelenggarakan diskusi sehari mengenai pembudidayaan dan pemanfaatan obat tradisional. Dan pada tahun 2002 dilaksanakan lokakarya “Pengelolaan & Pemanfaatan Tanaman Obat Tradisional Nias” selama 3 hari dengan peserta terdiri dari dukun tradisional, utusan OSIS, mahasiswa, dokter, para medis, utusan LSM, utusan keagamaan dan utusan kader dengan nara sumber utama ahli Farmakologi USU-Medan. Hasil diskusi dan lokakarya tersebut telah dihimpun dalam sebuah buku dengan judul “Obat Tradisional Nias, Manfaat dan Tekhnik Penggunaannya”.

tanaman_obat.jpg

Read more

Popularity: 22% [?]