Museum Pusaka Nias Diresmikan
Pada hari Selasa (18/11/08), merupakan hari bersejarah bagi Museum Pusaka Nias karena pengoperasiannya diresmikan oleh Dewan Pertimbangan Presiden Letjend (Purn) Dr. TB. Silalahi, SH. Peresmian Museum Pusaka Nias dan Pembukaan Pameran Tetap tersebut dihadiri oleh Bupati Nias, Parlindungan Purba, SH. (anggota DPD RI), Arisman Zagötö (anggota DPR RI), anggota DPRD Nias, kepala BRR Perwakilan Nias, kepala-kepala dinas dan kantor, utusan sekolah-sekolah dari tingkat SD sampai Perguruan Tinggi, tokoh agama,
Hoho Hilinawalö-Fau
Di seluruh Nias, “Hoho” bukan hanya sekedar tuturan lisan biasa. Hoho merupakan temali pengikat jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa sekarang. Jembatan yang dapat menerusakan dan menghadirikan peristiwa hidup para leluhur kepada generasinya yang masih ada hingga kini.
Dan…“Omo Niha” Itu Diresmikan
Kesannya, kita sedang memasuki area kottage yang asri dan bersih. Diperindah oleh berbagai jenis bambu dan flora Nias langka yang sengaja ditanam agar lingkungan tetap hijau. “Jauh dari kesan angker dan memikat,” kata Direktur Museum Budaya Barcelona Spanyol Anthoni Nicolas yang berkunjung ke museum Pusaka Nias baru-baru ini.
Gender: Perempuan = Laki-laki ?
Bila mendengar kata gender di daerah Nias, khususnya di desa- desa yang agak jauh dari kota, mungkin agak asing didengar. Tetapi bagi kalangan masyarakat yang sudah memiliki pengetahuan luas, hal ini sudah biasa. Yang dimaksud dengan Gender adalah perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam peran, fungsi,hak, tanggungjawab dan perilaku yang dibentuk oleh tata nilai sosial, budaya dan adat istiadat dari kelompok masyarakat yang dapat berubah menurut waktu serta kondisi setempat.
Kapolda Sumut Mengunjungi MPN
Selasa, 8 Juni 2010, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Drs. Oegroseno, mengunjungi Museum Pusaka Nias (MPN). Kedatangannya di MPN ini langsung disambut oleh Direktur MPN, P. Johannes Hämmerle OFMCap, serta seluruh staf MPN.
Kunjungan Miss Indonesia 2009
Senyum indah dan ramah menghiasi bibirnya. Tangan kanannya tidak segan menyambut setiap uluran tangan dari orang-orang yang ingin menjabat tangannya. Demikianlah kesan yang tampak dari sosok seorang Putri Indonesia (Miss Indonesia 2009), Karenina S. Halim, ketika ia berkunjung di Museum Pusaka Nias (MPN) tanggal 22 Mei 2010.
City Tour of Gunungsitoli
However, the high point of our short visit to Gunungsitoli is a project called Nias Heritage Museum (Museum Pusaka Nias), passionately run by Pastor Johannes M. Hämmerle, a Catholic priest. Nias Heritage Museum dedicated to collecting hundreds of cultural items from all over Nias. Some of the artifacts are thousands of years old. This project is valuable due to its age and the variety of the different cultural items.
Komite III DPD-RI Beri Masukkan RUU Cagar Budaya
Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD)-RI akan memberikan masukkan tertulis untuk Rancangan Undang-Undang (RUU) Cagar Budaya yang kini segera memasuki tahap pembahasan intensif di tingkat Panitia Kerja (Panja) DPR untuk RUU Cagar Budaya.
Megalit di Öri Huruna – Kecamatan Lölöwa’u Merintih Karena Terabaikan
Megalit-megalit itu diam membisu dalam rasa letih karena terabaikan. Rintihan mereka terdengar samar seolah memohon perhatian dan perlindungan. Sangat disayangkan bahwa warisan yang sangat berharga itu sebagian telah dicuri orang tak dikenal.
Artikel
Buku yang sudah diterbitkan oleh MPN tentang Obat Tradisional Nias Sejak Museum Pusaka...
Tumöri Balöhili village Text and photo: Tikwan Raya Siregar After descending from...
Hoe een bijdrage te leveren aan de toekomst van het Nias-ErfgoedMuseum
Vanaf het leggen van de eerste steen van het hoofdgebouw voor het Nias-ErfgoedMuseum...
Di bawah ini, Nata’alui Duha menulis sebuah artikel berjudul “Menguak...
The Golden Pig
Video ini merupakan film dokumenter tentang P. Nias, yang dibuat oleh Joel Peterson....
Read More Posts From This CategoryBerita
Oleh: Arozanolo Gulö Megalit-megalit rebah di tengah semak belukar. Beberapa di...
Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD)-RI akan memberikan masukkan tertulis untuk...
Newsletter Juni 2010
Der Firstbalken konnte am 29.April 2010 eingesetzt werden. Nach der alten Sitte wurde...
Johannes Maria, Pastor yang Berjuang Menghidupi Museum Nias
Tak Rela Benda-Benda Pusaka Dijual ke Luar Pulau Pastur Johannes Maria Harmmerle,...
Selasa, 8 Juni 2010, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Drs. Oegroseno, mengunjungi...
Read More Posts From This CategoryBudaya
Megalit di Öri Huruna – Kecamatan Lölöwa’u Merintih Karena Terabaikan
Oleh: Arozanolo Gulö Megalit-megalit rebah di tengah semak belukar. Beberapa di antara megalit-megalit itu dicuri orang tak dikenal. Siapa menyangka bahwa Öri Huruna, Kecamatan Lölöwa’u, masih menyimpan warisan leluhur yang tiada ternilai harganya. Warisan berharga itu dapat dilihat di Desa Olayama (tepatnya di Dusun Hili’ana’a dan Hilibadalu)... [Read more of this review]
Komite III DPD-RI Beri Masukkan RUU Cagar Budaya
Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD)-RI akan memberikan masukkan tertulis untuk Rancangan Undang-Undang (RUU) Cagar Budaya yang kini segera memasuki tahap pembahasan intensif di tingkat Panitia Kerja (Panja) DPR untuk RUU Cagar Budaya. “Komite III DPD-RI akan memberikan masukkan tertulis untuk RUU Cagar Budaya kepada Kementerian Kebudayaan... [Read more of this review]
Melestarikan Warisan Leluhur
Buku yang sudah diterbitkan oleh MPN tentang Obat Tradisional Nias Sejak Museum Pusaka Nias (MPN) berdiri tahun 1991, museum ini telah berupaya mengembangkan pengetahuan, kearifan dan nilai – nilai budaya Nias yang masih ada. Salah satu upaya yang sudah dan terus dilakukan oleh MPN ialah membudidayakan dan mengelola beberapa tanaman obat tradisional... [Read more of this review]
Hoe een bijdrage te leveren aan de toekomst van het Nias-ErfgoedMuseum
Vanaf het leggen van de eerste steen van het hoofdgebouw voor het Nias-ErfgoedMuseum op 10 november 1995 lukt het om stap voor stap alles in orde te krijgen. De gebouwen als materieel nood-zakelijke basisvoorziening worden voortdurend beter afgewerkt. Zo is ook het hoofdprogramma: het organiseren van de vaste collectie als middel tot studie van de cultuur... [Read more of this review]
Menguak Roh Pemikat Suatu Situs
Di bawah ini, Nata’alui Duha menulis sebuah artikel berjudul “Menguak Roh Pemikat Suatu Situs“. Judul ini seolah mengajak kita untuk mengingat teori dualisme dalam dunia filsafat. Dalam dunia filsafat, pemikiran dualisme ini dikenal sejak zaman Plato dan Aristoteles dan kemudian diikuti serta dikembangkan oleh beberapa filsuf mazhab... [Read more of this review]
Upaya MPN Melayani Kebutuhan Masyarakat
Ketika kita mendengar kata “Museum”, kita barangkali langsung berpikir dan membayangkan suatu lokasi tempat penyimpanan artefak-artefak. Pikiran kita langsung membentuk sebuah gambaran seolah-olah museum hanyalah suatu tempat penyimpanan benda-benda langka, sehingga terkesan angker. Karena pemikiran seperti ini, bukan tidak mungkin bahwa orang segan... [Read more of this review]
Kunjungan Miss Indonesia 2009
Sembari tersenyum, Miss Indonesia 2009 sedang melihat berbagai koleksi budaya di dalam pavilion MPN. Senyum indah dan ramah menghiasi bibirnya. Tangan kanannya tidak segan menyambut setiap uluran tangan dari orang-orang yang ingin menjabat tangannya. Demikianlah kesan yang tampak dari sosok seorang Putri Indonesia (Miss Indonesia 2009), Karenina S.... [Read more of this review]
Pameran BOLA NAFO RAKSASA
Kantong sirih raksasa ’Bola Nafo Sebua’ berukuran; lebar 3 m x 3,5 m (tinggi), yang dianyam oleh lima orang seniwati dari Mandrehe Nias Barat telah dipamerkan di Museum Pusaka Nias sejak 20 Pebruari 2010. Upacara pembukaan pameran didahului dengan perarakan Bola Nafo Raksasa oleh seluruh jajaran manajemen Caritas Keuskupan Sibolga yang dipimpin... [Read more of this review]
Read More Posts From This Category





